Harga Saham Taksi Express Jatuh ke Level ‘Gocap’

Harga Saham Taksi Express Jatuh ke Level 'Gocap'

Jakarta, terdepan.co.id- Harga saham operator taksi, PT Express Transindo Utama Tbk, jatuh mencapai batas terbawah di Rp50 per saham pada hari ini, Senin (4/12). Penurunan harga saham tidak terlepas dari maraknya aksi jual yang disebabkan buruknya kinerja keuangan perusahaan.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham Express Transindo dibuka di level Rp51 per saham. Namun, pada sesi I perdagangan, harga saham diterpa aksi jual hingga sempat menyentuh level harga terendah di pasar reguler BEI, Rp50 per saham atau turun 1,96 persen.

Bacaan Lainnya

Analis Senior Mega Capital Indonesia Fikri Syaryadi mengatakan, tidak ada berita terkait  Express Transindo selain soal pelemahan kinerja keuangan perseroan. Menurutnya, pergeseran tren transportasi daring (online) menjadi salah satu penyebabnya.

“Enggak ada berita lain, tetapi dari kinerja keuangan dan laporan penurunan pendapatan. Sekarang kan banyak taksi online, dan itu juga jadi shifting (beralih). Mereka memang sebelumnya ada kerja sama dengan Go-Jek, tapi tidak signifikan imbasnya,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/12).

Kinerja emiten berkode saham TAXI itu memang kian memprihatinkan. Pendapatan perusahaan taksi berlogo rajawali itu amblas 54,81 persen pada kuartal ketiga 2017 menjadi Rp 231,62 miliar, dari Rp512,57 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Merosotnya pendapatan ini disebabkan oleh berkurangnya setoran dari bisnis taksi. Perusahaan hanya mampu meraup pendapatan Rp 197,09 miliar dari kendaraan taksi. Padahal di kuartal III 2016, perseroan bisa meraup Rp 461,71 miliar. Bisnis ini merupakan kontributor terbesar pendapatan perusahaan.

Tak hanya itu, pendapatan lini usaha suku cadang juga merosot 76,85 persen menjadi Rp5,35 miliar. Namun, pendapatan dari sewa kendaraan perusahaan meningkat 8,59 persen menjadi Rp28,88 miliar.

Hal itu tak ayal membuat rugi bersih yang harus ditanggung TAXI hingga akhir September 2017 lalu meningkat 157,41 persen menjadi Rp 210,57 miliar, dari rugi bersih Rp 81,8 miliar di kuartal ketiga tahun lalu.

Sebelumnya perusahaan juga mengaku telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 250 karyawannya hingga Juni lalu, dan berpotensi terus bertambah. Selain itu, perusahaan juga mengumumkan rencana penjualan aset berupa tanah dan rumah toko (ruko).

“Kalaupun perusahaan berencana menjual aset, mungkin bisa memperbaiki sedikit kinerja keuangannya dan mengurangi level utangnya, serta ada tambahan pendapatan lain-lain. Namun, itu hanya bisa bertahan dalam waktu yang jangka pendek saja,” tutur Fikri.

Ia menyatakan, dalam sepekan ini, harga saham tetap akan berada di kisaran level Rp50 per saham. Menurut dia, sulit bagi saham TAXI untuk bisa naik kembali (rebound) karena memang secara fundamental jelek.

“Kalau dilihat secara grafik saja, sudah hampir 1,5 tahun harga saham TAXI ini melemah. Jadi, bukan sekadar aksi jual sementara saja pelemahan ini,” jelasnya.

Memang, sejak awal tahun, harga saham TAXI berada dalam tren menurun. Harga saham dibuka di level Rp162 per saham pada awal tahun. Namun, pada penutupan Jumat lalu, harga saham ditutup di level Rp51 per saham atau longsor hingga 68,5 persen.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi manajemen Express Transindo. Namun, Direktur Utama Express Transindo Benny Setiawan enggan memberikan komentar terkait kinerja keuangan perseroan.

 Sumber : CNN

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait