
TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batam meresmikan Kebun Raya Batam, Sabtu (22/12/18) di Jalan Hang Lekir Nongsa, Batam. Peresmian tersebut juga sebagai wahana memperingati Hut Kota Batam ke 189 Tahun.
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati, mengatakan, ada lima fungsi Kebun Raya yaitu, konservasi, penelitian, pendidikan, lingkungan, jasa ekosistem yaitu, dengan adanya Kebun Raya akan banyak oksigen serta ekowisata dalam hal ini bisa mendorong peingkatan PAD.
“Dengan diresmikannya Kebun Raya Batam, PAD bisa meningkat lagi, “terangnya.
Ia menegaskan, Kebun Raya Batam, sudah memenuhi kriteria untuk diresmikan kepada publik, yakni lahan memiliki kekuatan hukum tetap, memiliki lembaga pengelola, dan komitmen tinggi pemerintah daerah dalam pembangunan kebun raya, menjalankan fungsi kebun raya sesuai Peraturan Presiden No. 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya, serta memiliki infrastruktur pendukung yang memadai.
Koleksi Kebun Raya Batam sebanyak 2.472 tanaman dan pohon yang terdiri atas 28 famili, 140 genus, 193 jenis, dan 824 spesies, dengan tumbuhan khas antara lain anggrek raksasa (Grammatophyllum speciosum), gaharu (Aquilaria hirta), dan bintangur (Calophyllum spp). Selain itu terdapat pula beragam jenis kantong semar (Nepenthes).
“ Tumbuhan yang menjadi ikon Kebun Raya Batam ialah nibung (Oncosperma tigillarium) yang merupakan tumbuhan palem-paleman liar sebagai simbol persaudaraan.
Enny menyampaikan, Pemerintah menaruh perhatian besar terhadap upaya-upaya konservasi sumber daya hayati, baik secara in-situ (di habitat alaminya) maupun ex-situ (di luar habitat alami). Keluarnya Peraturan Presiden No. 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya menjadi titik tolak penting dalam pembangunan kawasan konservasi ex-situ untuk pelestarian berbagai jenis flora endemik Indonesia.
Walikota Batam, H.Muhammad Rudi dalam pidatonya menyampaikan, Kebun Raya Batam ini merupakan bagian dari wisata yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Batam.
“ Kalau Batam ini indah sejuk, maka akan mengundang banyak wisatawan dan tentunya juga akan menambah pemasukan PAD Kota Batam, untuk itu masyarakat wajib untuk menjaga kelestariannya, “jelas Rudi.
Menurutnya, apabila pembangunan tidak didukung oleh masyarakat maka pembangunan ini tidaklah sempurna.
Kegiatan peresmian juga di tandai dengan penekanan tombol sirine, pelepasan Burung Dara sebanyak 189 ekor, penanaman pohon Nibung, dan hiburan artis jebolan KDI Isye serta sulap dan tari. IKA







