Ekspor Besi Baja Kepri Alami Net Impor

Besi Baja
Besi Baja

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Berdasarkan data kinerja ekspor Kepri periode 2012-2018, negara tujuan ekspor produk besi baja asal Kepri terbesar adalah Singapura, Australia dan Azebaijan. Adapun kinerja ekspor besi baja pada periode 2017-2018 tercatat mengalami net impor. Hal tersebut sejalan dengan kondisi sektor migas dunia yang mengalami penurunan sehingga berdampak pada industri produk besi baja Kepri yang sebagian besar merupakan produk supporting migas.

Kepala Bank Indonesia Kepri, Gusty Raizal Eka Putra menyampaikan, share Ekspor Produk Besi Baja asal Kepri Tahun 2018 berdasarkan negara tujuan yaitu, Singapura sebesar 26,33%, Australia 16,79%, Azerbaijan 13,14%, Thailand 8,64%, Spanyol 5,30%, Kuwait 4,51% dan Lainnya sebesar 25,28%.

Bacaan Lainnya

Adapun negara tujuan ekspor produk perkapalan asal Kepri terbesar adalah Singapura, Malaysia dan Taiwan. Pada periode 2012-2016, kinerja ekspor produk perkapalan tercatat mengalami net ekspor, namun sejak tahun 2017, kinerja ekspor produk perkapalan mengalami perlambatan hingga mengalami net impor yang cukup besar

“ Singapura 77,18%, Solomon Islands 2,04%, Maladewa 2,17%, Yunani 2,55%, Taiwan 2,62%, dan Malaysia 10,42%, “jelasnya.

Gusty menyampaikan, berdasarkan sumber Badan Pusat Statistik (data diolah), negara tujuan ekspor produk mesin asal Kepri terbesar adalah Singapura, Amerika Serikat dan Jerman, Kamis, (31/01/19) di Gedung BI, Batam Centre saat acara Seminar Nasional BI dan BEI.

“ Berdasarkan data historis, kinerja ekspor produk mesin Kepri periode 2012-2015 menunjukan net impor, membaik pada periode 2016-2017, namun pada tahun 2018 kembali tercatat mengalami net impor yaitu, Singapura 63,79%, Jepang 1,93%,Malaysia 1,77% , Irlandia 2,45%,  Jerman 8,68%, Hongkong 3,09% dan Amerika Serikat 10,66%, “terangnya.

Ia menuturkan, untuk negara tujuan ekspor produk elektronik asal Kepri terbesar adalah Singapura, Prancis dan Amerika Serikat dimana Singapura memiliki porsi rata-rata sebesar 70% terhadap total ekspor elektronik Kepri.

“ Adapun secara historis, kinerja ekspor produk elektronik selalu mencatatkan posisi net ekspor, namun pada 2018 tercatat mengalami net impor, “jelasnya.

Lanjutnya, Perkembangan transaksi data Kepri, Ekspor Migas tercatat sebanyak 33,03% dari total Ekspor Kepri 2018, sedangkan Impor Migas menunjukan angka 17,23% dari total Impor Kepri 2018 dan Ekspor Non Migas tercatat sebesar 66,97% dari total Ekspor Kepri 2018 yang dibarengi dengan Impor Non Migas yang tercatat sebesar 82,77% dari total Impor Kepri 2018.(*)

Redaksi

 

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait