Kunjungan Museum   Sultan  Sulaiman  Badrul Alamsyah  Meningkat Walaupun Bangunanya Bekas Kolonial Belanda dan Jepang

TERDEPAN. CO. ID, BATAM- Kunjungan wisman ke Museum   Sultan  Sulaiman Badrul Alamsyah   yang terletak di jalan  Ketapang  No . 2  Tanjungpinang mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Hal ini disampaikan oleh Rian salah satu staff yang bertugas di museum peninggalan masa kolonial Belanda,  Kamis (09/05/2019).

Bacaan Lainnya

“Kunjungan perhari mencapai 16 orang, untuk hari Sabtu dan Minggu mencapai 30 orang atau rombongan dan alhamdulillah, di tahun 2019 ini kunjungan meningkat,”terang Rian.

Diketahui Museum ini merupakan bekas sekolah tingkat  Dasar pada masa kolonial Belanda dengan nama  Hollands  School ( His ) .

Namun, pada tahun 1918  zaman Jepang diganti nama  Futsuko Gakko.

Kini, bangunan bekas sekolah zaman Belanda dan Jepang ini disulap oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang menjadi museum bernama  Museum   Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. dimana kesan tua bangunan ini menjadi ciri khas museum ini.

Pada zaman kemerdekaan gedung ini tetap difungsikan sebagai Sekolah Rakyat dan akhirnya dijadikan SD 01 sampai tahun 2004. Mengingat gedung ini memiliki nilai penting bagi sejarah awal mula pendidikan di Tanjungpinang, maka direkomendasikan untuk dijadikan Museum Kota Tanjungpinang dengan nama Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah.

Koleksi yang terdapat di museum ini  menceritakan tentang Tanjungpinang Seni dan Budaya, Keragaman Budaya di Kota Tanjungpinang, dan berbagai jenis keramik, pusaka, koin dan Al-quran .

Rian menjelaskan,  untuk kunjungannya selalu di kunjungi oleh turis lokal, turis mancanegara dan anak -anak sekolah.

“Wisman yang datang selain lokal juga dikunjungi wisman mancanegara, “tutupnya.

Penulis : M. Hollul

Editor: IKA

 

 

 

 

TERDEPAN TV

Pos terkait