Senjata KRI Imam Bonjol Mampu Mengacaukan Musuh dalam Air

KRI Imam Bonjol saat sedang bersandar di Dermaga Batu Ampar

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- KRI Imam Bojol-383 adalah kapal perang milik armada TNI AL yang masuk ke dalam kategori kapal karvet Perchim. Dimana kapal jenis ini pertama kali dikembangkan untuk AL Jerman Timur pada akhir 1970.

Usianya yang sudah terbilang tua, KRI ini tetap terpelihara dan berfungsi dengan baik karena adanya perawatan dan peremajaan alat.

Bacaan Lainnya

Bintara Jaga Suwarjo salah satu Cru KRI Imam Bonjol 383 dalam wawancaranya menyampaikan, Kapal kebanggaan Republik Indonesia ini selain digunakan sebagai kapal perang juga dimanfaatkan sebagai Kapal latih dan patroli, diperairan Samudra maupun diwilayah perbatasan khususnya perairan Natuna.

“Karena sekarang sudah tidak ada perang maka Kapal ini difungsikan untuk latihan dan patroli diwilayah perbatasan khususnya peraian Natuna,”jelasnya.

Bintara Jaga Suwarjo

Ia menambahkan, KRI Imam Bonjol sendiri memiliki keunggulan yaitu pada RBU-6000 (peluncur roket anti-kapal selam) yang mampu mengacaukan aplikasi musuh dalam air.

“Alat RBU 6000 ini mampu mengacaukan alat musuh dalam air dengan tekanan daya ledak yang luar biasa, “jelasnya.

Suwarjo memastikan, bahwa kondisi KRI Imam Bonjol walaupun sudah berusia namun kondisinya masih normal dan layak.

“Kondisinya masih layak,”pungkasnya.

Kedatangan KRI Imam Bonjopl di Dermaga Pelabuhan Batu Ampar sendiri terpantau bersamaan dengan kedatangan KRI Bima Suci.

Diketahui sebelumnya, Kapal Republik Indonesia (KRI) Imam Bonjol-383 sempat menarik perhatian publik sejak terjadinya insiden penangkapan di perairan Natuna terhadap kapal nelayan China yang dilaporkan melakukan illegal fishing di wilayah kedaulatan Indonesia.

Dan KRI Imam Bonjol juga menjadi sorotan ketika 17 Juni 2016, kapal ini melakukan pengejaran terhadap satu dari 15 kapal nelayan asing yang masuk perairan Natuna. Selain itu, KRI Imam Bonjol juga kembali menyeruat di media usai Presiden RI, Joko Widodo mengadakan rapat terbatas kabinetnya di atas kapal tersebut yang masih berada di Natuna pada 23 Juni 2016.Berikut ini adalah spesifikasi umum dari kapal korvet Kelas Parchim (termasuk KRI Imam Bonjol) :

Bobot: 800 ton (standar), 950 ton (terisi penuh, termasuk awak kapal)

Panjang : 72, 50 meter

Lebar : 9, 40 meter

Kecepatan maksimal : 24,7 knot (45,7 kilometer/jam)

Jarak tempuh maksimal : 3.900 kilometer

Mulai bertugas di TNI AL pada 1994 hingga saat ini

Senjata :

  1. 2 x SA-N-5 SAM
  2. 2 x 57 mm gun
  3. 2 x 30 mm gun/ 1 x AK-630
  4. 2 x RBU-6000 (peluncur roket anti-kapal selam)
  5. 4x 400 mm tabung torpedo
  6. 60 x ranjau laut

 

Penulis : IKA

# KRIIMAMBONJOL# TNIAL

 

TERDEPAN TV

Pos terkait