TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam memberikan sangsi teguran kepada sopir Bak Truk Sampah yang telah mengangkut dan menimbun Botol Plastik bekas di pemukiman warga yang ada di pemukiman Kavling Tembesi Lestari RT 03 RW 05 Sagulung Batam .

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kabid Pengelolaan persampahan DLH Kota Batam, Faisal melalui telepon Cellular atas berita yang telah diunggah sebelumnya.
“ Mohon maaf itu memang kelengahan Kami, DLH Kota Batam, dalam hal pengawasan terhadap anggota Kami dilapangan dan itu memang mobil Kita, salahnya menggunakan armada Kita untuk mengangkut sampah Botol Plastik, dan posisinya tidak dibenarkan mobil armada sampah itu, bawa sampah yang mungkin masih punya nilai ataupun rongsokan itu dikumpulkan dipemukiman Dia, “terangnya, Selasa (13/11/19).
Ia menegaskan, akibat keteledoran sopir yang mengangkut Sampah ke pemukiman warga, yang diketahui tanpa seijin pimpinan, DLH Kota Batam juga sudah memberikan sangsi teguran dan apabila masih diulang akan diberikan sangsi tambahan berupa pemberhentian.
“ Beliau sih rajin kerjanya, dan saat ini sudah Kita tegur dan Kita arahkan untuk koordinasi sama RT/RW setempat, dilingkungan tempat Dia tinggal. Intinya kalau diulang, ya! akan Kita berhentikan.
Faisal dalam keterangnnya, menyampaikan, dengan pernyataan warga yang telah memberikan surat yang ditujukan kepada kantor DLH, sampai saat ini, belum juga diterimanya, dan akan melakukan kros cek kepada Lurah setempat.
“ Saya belum menerima surat tersebut apabila ditujukan kepada kami, nanti Saya akan kros cek kepada pak Lurah, kebetulan Saya kenal baik dengan beliau, ‘tutupnya.
Diketahui sebelumnya Ketua RW 05 Kavling Tembesi Lestari, Ismail Rumohan dalam wawancaranya menyampaikan, keluhan warga akan keberadaan sampah ini sudah berlangsung 2 tahun lamanya, bahkan melalui 50 tanda tangan keberatan warga akan Sampah yang ditumpuk dilingkungan mereka juga sudah dilayangkan kepada Kelurahan, yang ditembuskan kepada Dinas kebersihan dan Dinas Kesehatan Kota Batam, namun sampai saat ini juga belum diindahkan.

Menurutnya, kesabaran dan kemarahan warga sudah mulai dirasakan, karena tanggapan yang lamban dari Dinas terkait yang seolah diabaikan, yang direncanakan akan dilakukan penggusuran secara paksa apabila tidak juga diindahkan.
“ Kalau tidak ditanggapi juga, Kami warga akan lakukan penggusuran paksa, “terangnya.

Pantauan dilapangan, tumpukan sampah tersebut menggunakan karung dan sebagian tercecer di pinggiran jalan dan apabila hujan akan dimungkinkan bisa membuat sarang Nyamuk, yang berbahaya bagi kesehatan warga khususnya Balita yang juga ikut bersentuhan langsung dengan sampah plastik tersebut.
Namun dilain sisi keberadaan tumpukan sampah Plastik tersebut juga telah membantu warga sebagai penghasilan tambahan.
PENULIS : IKA
KAMERAMEN : ANTON ZAGOTO






