Nasib Tak Jelas APKLI Batam Unjuk Rasa ke Gedung Dewan

Orator APKLI Batam

TERDEPAN.CO.ID, BATAM- Ratusan Pedangang kaki lima kota Batam, yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI), melakukan Unjuk Rasa di depan Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (21/11/2019) siang.

Kedatangan ratusan anggota APKLI di kantor DPRD tersebut, untuk mengadukan nasib mereka sebagai pedagang yang di tertibkan beberapa waktu yang lalu oleh pemerintah Kota Batam (Pemko), sebagai syarat revitalisasi Pasar Induk Jodoh, kepada DPRD sebagai wakil mereka.

Bacaan Lainnya

Sekretaris APKLI kota Batam kepada anggota Komisi I, DPRD kota Batam, Mohamad Fadhli menyampaikan bahwa, mereka sudah 3 kali mengirim surat kepada Komisi I, untuk rapat dengar pendapat (RDP) namun tidak mendapat jawaban.

“Kami dari APKLI sudah 3 kali melayangkan surat untuk RDP, tapi tidak ada tanggapan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Mohamad Fadhli, mengatakan bahwa untuk masalah yang RDP ditangani langsung oleh ketua DPRD kota Batam, dan untuk balasan surat hari ini juga akan dibuatkan, sementara pelaksanaannya pada hari senin.

“Untuk balasan surat dari APKLI hari ini juga akan kami sampaikan dan pelaksanaan RDP nya hari senin jam 10 :00 pagi, ” jawabnya.

Salah satu orator mengajak Mohamad Fadli ikut bersama mereka untuk melihat dan membuka plang yang sudah dipasang.

“Tidak usah tunggu hari senin, kami tahu bapak bukan eksekutor, sebagai wakil kami, tolong ikut kami sekarang kelokasi untuk menemani kami membuka plang yang terpasang,” ajaknya

Anggota komisi I mereka tetap menyarankan untuk tetap menunggu hari senin untuk RDP lagi.

Karena tidak ada titik temu, pendemo balik ke Jodoh untuk membuka pagar yang telah dipasang oleh Pemko.
Penulis : Anton Zagoto

TERDEPAN TV

Pos terkait