Walikota Rudi Fokuskan Empat Poin Dongkrak Ekonomi Batam

Kepala Eks Officio BP Batam

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Walikota Batam Rudi memprioritaskan empat poin target pembangunan ekonomi Batam yang berkaitan dengan kebijakan BP Batam, hal tersebut disampaikan saat usai melaksanakan upacara peringatan HUT Pemko Batam yang ke 190 tahun, Jumat (21/12/19).

Adapun empat poin tersebut yakni, akan melakukan lelang sejumlah jabatan penting di Pelabuhan dan yang dinilai perlu adanya perombakan untuk diisi oleh pekerja professional.

Bacaan Lainnya

“Kenapa Saya lelang dan dibuka untuk umum, karena Saya ingin tenaga-tenaga yang professional yang mengelola pelabuhan, karena orang investasi akan masuk ke Kota Batam.  Dan ini dilakukan karena orang mengeluh dan proses di pelabuhan ini tidak sempurna, tidak seperti Negara tetangga Kita Singapura, Saya akan arahkan , Saya tidak bilang akan sama, tapi, Kita akan mengarah mendekati sama, “terangnya.

Sedangkan poin kedua, Walikota Batam yang sekaligus Kepala Eks-officio BP Batam ini akan melakukan peninjauan pejabat yang dinilai pas.

“Yang ke 2, Bandara Udara sendiri, hari ini menurut Saya, belum sempurna seperti apa yang dimaukan, karena di Bandara ini hanya pergerakannya pada penumpang saja, jadi tidak bisa menghasilkan uang yang cukup besar, dan itu akan segera Kita selesaikan, maka pejabatnya akan kita tinjau kembali, supaya nantinya betul-betul bisa menghasilkan, tidak hanya, diambil dari hal biasa seperti penumpang saja, “beber Rudi.

Untuk poin ke 3, Rudi memfokuskan pembangunan terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Maret atau April 2020 mendatang .

“Maka ternminal Cargo 2 akan segera Kita proses, mudah-mudahan Maret atau April sudah selesai, dan segera akan Kita bangun , diselesaikan hingga nanti, Batam menjadi Bandar Udara seperti yang Kita ingin capai, “tuturnya, Kamis (19/12/19).

Dipoin keempat ini, justru Rudi mengeluhkan banyaknya permasalahan lahan yang mendapatkan ijin dari BP Batam yang tumpang tindih perijinannya yakni berkaitan dengan HPL serta Barang Milik Negara (BMN) yang ditemukan diperjual belikan.

“Masalah lahannya besar sekali, maka ini akan Kita segera selesaikan, mungkin permasalahan cukup banyak sampai belasan dan ini akan Kita permudah, terutama bagi Mereka yang sudah mendapat lahan dari BP Batam, yang sudah habis usianya 30 tahun, Karena sekarang ini lahan banyak yang tumpang tindih dari laporan Deputi Saya, ada yang sudah bayar 10 persen, ada yang bikin draf tapi tidak selesai, bahkan, maaf!  ada juga tanah Negarapun (BMN) yang dijual, jadi ini yang harus diselesaikan, dan ini akan Kita dudukan, karena permasalahan lahan cukup banyak, yang tidak sempurna akan Saya sempurnakan, “tutup Rudi mengakhiri perbincangan.

#BPBatam #WalikotaRudi

TERDEPAN TV

Pos terkait