TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Ribuan perahu layar yang biasa disebut Perahu Jong dengan bodi mini dan Layar leber berwarna-warni ini menghiasi Pantai Tanjung Mak dara Batu Besar Nongsa Betam.

Perahu tanpa awak kabin ini dikemudikan secara otomatis oleh kekuatan angin pada musim Utara sehingga perahu-perahu mini meluncur bebas yang sangat menakjubkan.
Permainan perahu Jong bagi masyarakat Batam merupakan warisan turun temurun yang telah dilakukan bertahun-tahun lamanya dari mulai kanak kanak hingga dewasa dan orang tua.
Perahu Jong dibuat dari bahan Kayu Pulai yang bentuknya mirip dengan Pohon Karet yang memiliki tektur lentur apabila dibentuk dengan warna Kayu keabu-abuan dengan serat berwarna Kuning kecoklatan.
Perahu layar ini dibentuk dengan tiga ukuran, yakni Perahu Jong kecil dengan ukuran 1 sampai 1,29 meter sedangkan ukuran sedang dengan ukuran 1,29 meter sampai 1,6 meter dan Perahu Jong yang berukuran besar berukuran 1,6 meter hingga 1,9 meter.
Untuk keseimbangan perahu Jong sendiri diberi penghubung yaitu batang Kate dan Sauk yang berfungsi untuk memecah ombak dan menahan benturan batu karang, yang penempatannya di buat dibagian ujung Perahu Jong.
Untuk Layar perahu Jong sendiri dibuat dari bahan Parasut dan Jeep yang ditempatkan didepan Layar besar yang diatur atau dikencangkan ataupun dikendurkan sesuai dengan aturan putaran angin.
Tentunya kemampuan mengatur Jeep ini merupakan suatu keahlian dan rahasia dari para pemain itu sendiri untuk tetap berlayar tanpa tenggelam.
Perahu Jong dimainkan minimalnya oleh dua orang yakni saat melabuhkan perahu dan menangkap perahu apabla sampai pada batas yang telah dimaksudkan.
Permainan Perahu jong sendiri di Batam tidak hanya digemari oleh masyarakat lokal namun sudah sampai mancanegara seperti Malaysia dan singapura hingga dalam perlombaan diikuti ribuan peserta yang tentunya budaya ini akan terus menjadi warisan khasanah budaya Pemda Kota Batam yang harus dijaga dan terus dilestarikan.
Redaksi
#PerahuJong







