Telan Anggaran Milyaran Rupiah Pembangunan Proyek APBD Seminisasi Labusel Baru Sebulan Hancur

TERDEPAN.CO.ID,SUMUT- Proyek Pembangunan Seminisasi APBD Kabupaten Labuhanbatu Selatan, yang berada di Dusun Purba Bangun Desa Ujung Gading Kecamatan Sungai Kanan, yang menelan anggaran Rp. 3.6 Milyar dan masih terhitung berumur hitungan bulan ini sudah nampak hancur.

Semenisasi dengan panjang kurang lebih 500 meter dengan pagu anggaran tahun 2019 senilai Rp.3.7 M atau Rp 3.687.185.000.,00 oleh pemenang lelang tender PT Hansamu Jaya Pertama dengan harga penawaran lelang sebesar Rp.3,687.185.000.,00 M.

Bacaan Lainnya

Proyek Pembangunan seminisasi tersebut. menelan dana yang cukup besar, dari pengadaan penimbunan jalan, sampai pekerjaan seminisasi akses jalan tersebut, yang merupakan jalan utama Desa Ujung Gading menuju Desa Batang Nadengan, yang berfungsi sebagai sarana transportasi perekonomian masyarakat setempat.

Dari penelusuran dan informasi yang di himpun Tim TERDEPAN di lapangan, beberapa masyarakat setempat, yang tidak mau di sebut namanya mengatakan, selain berterimakasih kepada Pemda yang dipimpin Bupati Wildan dan Wakil Bupati  kholil, yang telah membangun akses jalan tersebut, namun juga disayangkan adanya bangunan yang pengerjaannya diduga asal jadi dan sudah mengalami kerusakan.

“Kami merasa heran dan kecewa , pasalnya proyek yang baru selesai dikerjakan di bulan Januari 2020 kemarin sudah terlihat longsor pada tanah timbunannya, “jelas warga yang dijumpai dilokasi.

Masih menurut Warga, pembangunan semenisasi tersebut merupakan kampung halaman Wakil Bupati Kholil Jupri dan diduga dikerjakan oleh kontraktor asal jadi.

“Ketua DPRD nya saudara Edi Parapat, kampungnya juga di Desa Huta Gudang Kecamatan Sungai Kanan, bertangga dengan desa Kami, masak dengan kondisi hasil pembangunan seperti di biarin saja, “tuturnya.dengan raut wajah penuh kekecewaan.

Sementara Jappar Sidik Nasution salah satu warga setempat yang juga sebagai Politis dari partai PBB, sekaligus mantan anggota Dewan Periode 2009-2014 mengatakan, adanya dugaan pembiaran oleh pihak-pihak terkait.

“Dengan kondisi pembangunan seperti ini, merupakan suatu bukti bahwa Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD nya adalah putra asli Kecamatan Sungai Kanan, tidak becus menjalankan jabatanya, atau tidak punyai nyali kepada pihak rekanannya, untuk menegur atau memberikan sanksi, karena terkesan ada dugaan pembiaran dari tiga pucuk pimpinan di kabupaten LabuhanBatu Selatan, yang ke tiga-tiganya berasal dari satu daerah atau bahasa kerenya, satu kampong, ini sangat luar biasa menurut Saya, “serunya, “sedikit protes.

Ia juga berpendapat sebagai seorang pemimpin dengan adanya masalah dimasyarakat harusnya untuk segera melakukan respon cepat.

“Sangat luar biasa, pertanyaanya..? Apakah Mereka seperti ini masih pantas untuk dipilih atau dipertahankan lagi, jika melihat kondisi proyek yang di bangun asal jadi saja, namun semua itu tetap keputusan ditangan masyarakat, “katanya.

Japar meminta kepada DPRD Labusel untuk mempergunakan tugas pokok serta fungsi selaku lembaga pengawasan, sebab di bulan januari 2020, proyek tersebut masih di kerjakan, padahal menurut peraturan yang berlaku yang di tuangkan dalam dokumen perjanjian kontrak kerja antara pihak rekanan pemenang tender dengan dinas terkait masa akhir pekerjaan di tanggal 25 Desember 2019.

“Disini Saya melihat jelas, tidak berdayanya pemerintah atau penjabat terkait untuk melakukan tindakan, ada apa?,”lanjutnya seolah bertanya tanpa mau dijawab.

Selain itu menurut Pendiri Ipon Watch Muhammad Yunus Nasution, meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengawal dan melaporkan kepada penegak hukum apabila ada temuan penyalahgunaan mata anggaran.

Mari Kita berkerja-sama untuk bersama-sama mengawal dan melaporkan ke penegak hukum, apa bila ada temuan-temuan penyalagunaan mata anggaran, “tutupnya.

 

Reporter :Kidi Nasution

#Labuhanbatu

TERDEPAN TV

Pos terkait