Wartawan Senior Andri Sofyan Sayangkan Sikap Walikota Rudi Usir Wartawan Saat Liputan

  • Whatsapp
Andri Sofyan Wartawan senior

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Wartawan Senior Andri Sofyan sangat menyayangkan, sikap Walikota Batam, H.M Rudi, yang sekaligus menjabat Kepala BP Batam Ex Officio, yang melarang Wartawan untuk mengambil Vidio rekaman pada sebuah acara sosialisi Perka BP Batam tentang Penyelenggaraan Pengalokasian Lahan di Balairung Lat 3 BP Batam,Pada rabu (19/02/20) hari ini.

“Apapun bentuk larangan bagi Wartawan dalam sebuah acara, sangat disayangkan, seharusnya sudah dibriefingkan, saat acara belum dimulai. Dan diberi pemahaman kepada wartawan tentang tujuannya. Apalagi acara tersebut sengaja mengundang Wartawan untuk meliputnya, “jelas Andri yang juga pernah menjadi Reporter TVRI dan TribataNewsTV.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sikap Walikota Rudi yang melakukan pelarangan peliputan secara tiba-tiba didepan umum tersebut dinilai sangat arogan dan terkesan tidak menghargai profesi wartawan yang telah dibekali etika dalam penulisan dan pengambilan dan penghimpunan data yang benar dan bertanggungjawab.

“Kalau tiba-tiba, di depan podium Sang pembicara meminta tiba-tiba menghentikan perekaman, di depan umum, itu arogan namanya. Malah brutal menurut Saya. Sikap ini jelas-jelas, menganggap profesi Wartawan sebagai pekerja yang tidak memahami etika menulis berita, yang benar dan bertanggung jawab, “terangnya.

Sebagai seorang pimpinan, saat menyampaikan sesuatu di depan umum, sudah pasti tidak asal bicara. Karena dia adalah pemimpin yang lebih tau dalam menyampaikan sosialisasi programnya sendiri. Kenapa pula takut tak lengkap atau dianggap salah? Aneh juga…, “papar Andri lagi.

Ia menegaskan, seorang wartawan dalam sebuah karyanya bukan seperti penulis status facebook atau groub Whatsharp tanpa adanya pertanggungjawaban badan hukum yang jelas.

“Wartawan itu karya tulisnya bukan seperti penulis status di facebook atau groub-groub WA. Wadahnya adalah media berbadan hukum yang jelas. Beda lagi kalau seorang Wartawan saat memberikan komen di FB atau medsos lainnya, itu tidak juga diartikan sebagai karya tulis pemberitaan, “kritisnya.

Andri yang juga pawai dalam bisdang acting ini berpesan kepada sejumlah pejabat dan narasumber untuk tidak khawatir soal hasil tulisan dan peliputan wartawan, sebab semua wartawan telah dibekali tatacara dan peliputan sebagai wartawan yang professional sesuai kaidah jurnalistik dan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Pejabat atau nara sumber lainnya, jangan khawatir soal hasil tulisan dan peliputan wartawan. Sebab, semua wartawan dibekali tatacara dan etika tentang pemberitaan. Selain itu ada tim redaksi yang mengontrol kualitas, kelayakan dan asas keadilan dalam pemberitaan tersebut. Jika ada kekeliruan yang disampaikan disertai dengan pembuktian, ada mekanisme klarifikasi atau juga hak jawab, apalagi di jaman serba online ini, sebuah instansi dgn mudah menyebar rilis untuk dijadikan sebuah berita,“pungkas Andre.

Diketahui sebelumnya, setelah berita tentang larangan peliputan oleh walikota Rudi kepada salah satu media yang dimaksudkan, humas BP Batam juga langsung melakukan klarifikasi terkait insiden yang melukai insan Pers ini

Rilis Humas BP Batam

Selamat sore rekan-rekan

Terkait dengan pemberitaan yang menyatakan bahwa Kepala BP Batam melakukan pengusiran kepada salah satu wartawan dalam kegiatan sosialisasi  Peraturan Kepala BP Batam terkait pengelolaan lahan di Batam tahun 2020 pada Rabu, (19/2) siang, bersama ini kami sampaikan beberapa klarifikasi dari pemberitaan yang beredar sbb:

  1. Dalam acara tersebut Kepala BP Batam membuka acara dengan memberikan kata sambutan pada sosialisasi Peraturan Kepala BP Batam yang baru tentang pengelolaan lahan, tanggal 19 Februari 2020.
  2. Dalam sambutannya beliau menyampaikan beberapa hal perihal perubahan dan perbaikan dalam pelayanan pengelolaan lahan akan dimulai dalam waktu dekat dengan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Batam.
  3. Dalam penyampaian sambutan beliau dihadapan peserta sosialisasi, Kepala BP Batam memang meminta salah satu awak media yang hadir di dalam untuk tidak melanjutkan pengambilan video pernyataannya dalam sambutan, dengan alasan khawatir tidak lengkap perekaman video secara utuh terhadap pernyataan yang disampaikan, namun bukan bermaksud mengusir awak media yang merekam dimaksud.
  4. Kepala BP Batam dalam kesempatan tersebut justru memberikan kesempatan kepada seluruh awak media untuk mewawancarai dirinya langsung agar rekan rekan media dapat menangkap lebih jelas dan memberitakan secara utuh mengenai peraturan Kepala BP Batam yang disosialisasikan.
  5. Setelah memberikan sambutan, Kepala BP Batam memberikan keterangan pers di luar ruangan kepada seluruh awak media, sesuai janjinya, bahkan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak terkait dengan acara tersebut.

Demikian klarifikasi kami sampaikan, semoga dapat meluruskan kesalahpahaman dari pemberitaan yang beredar sore tadi.

Kami penyelenggara acara mohon maaf apabila ada kekurangan di acara tersebut.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam

Dendi Gustinandar

 

Redaksi

#BPBatam

TERDEPAN TV

Pos terkait