Ketua Bawaslu Peringatkan Ketua KPU Batam tidak Emosi dalam Bertanya Kepada Saksi

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Pemimpin musyawarah penyelesaian sengketa pemilihan Walikota Batam tahun 2020, calon Independen Zukriyansyah-Anita (ZETA) dengan Termohon dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam, Reza Shaelandra mengingatkan kepada Ketua KPU dan anggota (Termohon) dan Saksi, untuk tidak emosi dalam melakukan tanya jawab, senin (02/03/20).

Peringatan Ketua Musyawarah ini, telah terjadi dua kali yakni saat Termohon anggota KPU Batam, Wiliam Seipattiratu menanyakan kepada saksi pertama, Efendi, dari tim ZETA beberapa hal pertanyaan berulang dan  memojokan dengan nada tinggi yang membuat Saksi ikut menjawab dengan nada yang tinggi pula.

Bacaan Lainnya

“ Baik untuk Saksi dan Termohon untuk tidak emosian, karena ini musyawarah, sekali lagi, bertanya dan dijawab dengan seadanya, kalau pakai emosi, Saya khawati,  keluar dari sini, struk pula, “seru Reza.

Disesi berikutnya, saat Saksi kedua Ilham Purba dari Tim ZETA dihadirkan, kejadian kembali berulang dimana Ketua KPU Batam, Herrigen Agusti  dengan nada tinggi mencerca Saksi dengan pertanyaan yang dinilai Saksi membingungkan dan berulang-ulang.

“Baik Termohon untuk tidak emosian, “tegur Ketua Bawaslu kembali, memberi peringatan kepada Ketua KPU Batam yang juga menjadi Termohon agar memberikan pertanyaan dengan cara yang tidak emosional.

Acara yang dimulai pukul 11.00 WIB ini sempat di scor 15 menit, karena memasuki sholad Zuhur dan dilanjutkan kemudian. Sedangkan saksi yang dihadirkan oleh Tim Zeta sebanyak 5 orang, dan dilakukan sumpah Al-Quran sebelum melakukan kesaksian.

Acara musyawarah selain dihadiri Paslon ZETA, Zukriyansyah-Anita juga dihadiri oleh Kuasa hukumnya.

Hingga pukul 21.00 WIB acara musyawarah belum juga kunjung usai.

“ Sampai saat ini, acara masih berlanjut karena masih menunggu saksi 3 orang dari KPU Batam, katanya dari relawan Tim Independen Rian Ernest, “pungkas Anita melalui sambungan telepon.

Diberitakan sebelumnya, musyawarah sengketa pemilu  ini buntut pelaporan ke Bawaslu Batam, karena adanya penolakan berkas acara oleh KPU Batam yang dinilai Tim ZETA tidak wajar dan semena-mena.

Pantauan di lapangan, musyawarah tersebut berlangsung alot dan penuh emosi diantara kedua belah pihak, antara saksi dari Tim ZETA dan Termohon (KPU) yang sempat diperingatkan oleh Pimpinan Musyawarah, bahkan saat musyawarah berlangsung sempat terjadi adanya pemadaman listrik.

 

Redaksi

#BawasluBatam #KPUBatam

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait