Anggota Komisi V DPR RI Gelorakan Pencegahan Stunting

TERDEPAN.CO.ID,PONOROGO – Anggota DPR RI dari Komisi V, Sri Wahyuni yang juga Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Ponorogo mengadakan Sosialisasi Pencegahan Stunting di Gedung Sasana Praja Pemkab Ponorogo, Jumat (13/3/2020). Sri Wahyuni menandaskan kegiatan diikuti oleh ratusan peserta terdiri dari 21 Ketua TP PKK Kecamatan, 307 TP PKK Desa/Kelurahan dan organisasi wanita lainnya.

Saat memberi sambutan Sri Wahyuni menyampaikan kepada peserta untuk ikut melakukan sosialisasi pencegahan stunting di lingkungan masing-masing.

Bacaan Lainnya

“Iya saya minta untuk semua peserta tadi, pimpinan-pimpinan di lingkungan dan organisai wanita agar meneruskan sosialisasi ini (pencegahan stunting) ke lingkungan dimana mereka berada,” beber Sri Wahyuni.

Dia berharap para Kepala Desa/Lurah bisa datang ke Posyandu Balita dan Ibu Hamil, Posbindu untuk menyampaikan betapa pentingnya makan-makananan bergizi pada waktu hamil dan sampai bayinya lahir.

“Dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) exlusive  dan makanan yang bergizi, kalau sudah bisa makan sampai usia 2 tahun,” tandasnya.

Ketika memberi materi, Direktur Akademi Gizi Surabaya, Andriyanto saat memberi materi menjelaskan dalam Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 sampai tahun 2018 ada penurunan.

“Angkanya dari 38 persen menjadi 26,2 persen. PBB atau World Bank menyatakan, yang disebut dengan masalah stunting adalah kejadian stunting yang terjadi di atas 20 persen,” kata Andriyanto.

Masih menurutnya, di Jawa Timur memiliki 11 kabupaten/kota sebagai lokus penanganan stunting dan itu daerah terbanyak untuk penanganan di seluruh Indonesia.

“Artinya Jatim adalah perhatian utama. Memang yang paling tinggi bukan di Jatim. Tapi paling tidak ada 11 kabupaten/kota yang menjadi lokus stunting,” tambahnya.

Selain itu dia memaparkan bahwa stunting terjadi biasanya pada 1.000 hari pertama bayi yang lahir yang mengalami kekurangan gizi. Sehingga bayi tidak bisa tumbuh tinggi dengan baik.

“Dan, hal itu bukan karena faktor keturunan,” ujarnya.

Saat ini menurut dia, 50 persen penyebab stunting karena pola asuh cara memberikan makanan. “Bisa kita tanggulangi dengan cara-cara sesuai kaidah kesehatan. Untuk bayi berikan ASI (Air Susu Ibu) sampai usia 2 tahun.

“Untuk menambah tinggi anak, perbanyak konsumsi nabati dan protein,” pungkasnya. (Muh Nurcholis)

 

TERDEPAN TV

Pos terkait