TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Bright PLN Batam terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan pada para pelanggannya, disaat situasi krisis air baku yang saat ini PT. Adhya Tirta Batam menyiapkan langkah rationing yang sempat tertunda, Selasa (17/03/20).

Denny Hendri Wijaya Corporate Secretary PLN Batam melalui Manager CSR Bright PLN Batam, Supriyanto menyampaikan, Bright PLN sendiri telah melakukan langkah secara profesional untuk mengatasi krisis air baku, yang saat ini melanda daerah Batam dan sekitarnya, dengan mengisi Tandem (bak penampungan air) setiap 5 hari sekali, sehingga tidak mengganggu operasional pembangkit listrik, khususnya untuk mengoperasikan mesin cooler atau pendingin, agar pembangkit bisa tetap beroperasi.
“ Kami sudah menyiapkan 5 Tandem (Bak penampungan air) yang cukup, untuk mengoperasikan pembangkit listrik setiap 5 hari sekali diisi, sehingga pembangkit Kami tidak akan terganggu, “jelasnya, melalui telepon .
Ia menjelaskan, dengan pengalaman ditahun sebelumnya, yang juga mengalami kondisi krisis air baku, Bright PLN yakin dengan adanya krisis air baku tidak akan mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat dalam hal penerangan Kota Batam dan Bintan.
“Kalau dilihat dari pengalaman terdahulu, yang juga krisis air baku dan Kita sudah melewatinya, Saya kira tidak masalah, dan InsaAllah Bright PLN tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat semaksimal mungkin, ‘paparnya.
Supriyanto juga berpesan agar ATB dapat memprioritaskan supplay air kepada PLN Batam.
“Namun demikian PLN tetap meminta ATB untuk dapat memprioritasnya supply air ke PLN, “pungkasnya.
Redaksi
#PLNBatam







