TERDEPAN.CO.ID,PONOROGO – Kalangan petani di sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Ponorogo, Jatim berharap harga gabah naik pada musim panen tahun ini, meski serangan Hama Wereng Batang Coklat (WBC) serta terpaan angin saat hujan datang ikut meluluh-lantahkan tanaman padi Mereka.
“Para petani di wilayah tersebut mengeluhkan serangan Hama Wereng Batang Coklat (WBC) serta tanaman Padi yang luluh lantah akibat terpaan angin saat hujan datang., “terangnya.
Nurcholis salah satu petani di Dukuh Duwet, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal menyampaikan, petani berharap, harga gabah bisa naik dan tidak merugi, apalagi biaya olah tanam Padi dan biaya penyemprotan insektisida yang cukup besar, mulai dari pembenihan, pengolahan lahan, pemupukan maupun pemeliharaan tanaman padi hingga pembasmian hama telah menelan biaya yang cukup tinggi, sehingga diharapkan harga gabah bisa ikut naik.
“Semoga harga gabah naik sehingga petani tidak rugi,” harapnya, Minggu (22/03/20).
Pantauan dilokasi tanaman padi milik para petani ini, belum keseluruhannya merata berwarna Kuning, tapi sudah dalam kondisi roboh karena adanya terpaan angin.
Penulis :Muh Nurcholis
Editor :IKA
, Jatim berharap harga gabah naik pada musim panen tahun ini, meski serangan Hama Wereng Batang Coklat (WBC) serta terpaan angin saat hujan datang ikut meluluh-lantahkan tanaman padi Mereka.
“Para petani di wilayah tersebut mengeluhkan serangan Hama Wereng Batang Coklat (WBC) serta tanaman Padi yang luluh lantah akibat terpaan angin saat hujan datang., “terangnya.
Nurcholis salah satu petani di Dukuh Duwet, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal menyampaikan, petani berharap, harga gabah bisa naik dan tidak merugi, apalagi biaya olah tanam Padi dan biaya penyemprotan insektisida yang cukup besar, mulai dari pembenihan, pengolahan lahan, pemupukan maupun pemeliharaan tanaman padi hingga pembasmian hama telah menelan biaya yang cukup tinggi, sehingga diharapkan harga gabah bisa ikut naik.
“Semoga harga gabah naik sehingga petani tidak rugi,” harapnya, Minggu (22/03/20).
Pantauan dilokasi tanaman padi milik para petani ini, belum keseluruhannya merata berwarna Kuning, tapi sudah dalam kondisi roboh karena adanya terpaan angin.
Penulis :Muh Nurcholis
Editor :IKA
#KabupatenPonorogo







