Bupati Lingga Perkuat Penanganan COVID-19

TERDEPAN.CO.ID,LINGGA- Bupati Lingga adakan Konferensi Pers terkait penanganan Covid-19 Pada hari Selasa tanggal 24 Maret 2020 Pukul 09:30 wib s.d Pukul 10:45 wib, bertempat di Gedung Daerah Dabo Singkep Jalan Pagoda Indah Nomor C-20  Dabo Singkep Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga.

Kadinskes Lingga Drs. Syamsudi menindak lanjuti rapat tadi malam, dalam rangka memerangi Copid 19 ini, Pemda Lingga melalui Dinkes telah melakukan upaya-upaya sosialisasi, edukasi, tentang bagaimana proses penyebaran Virus ini dan bahayanya.

Bacaan Lainnya

“Walaupun standar Alkes dan APD minim sekali di lingga ini, namun dengan  dengan segala sumber daya yang ada, Pemda melalui Dinkes dan Instansi terkait  telah melakukan upaya pencegahan yaitu melalui deteksi suhu tubuh penumpang di Pelabuhan domestik”, tutupnya.

IDI Kab Lingga Dr. Indra juga menjelaskan sebagiamana diketahui Sejak akhir 2019 ada terjadi peningkatan kasus, peneumonia berat (radang paru hebat), yang terjadi di Wuhan, china yang waktu itu belum diketahui apa penyebabnya.

Tambahnya Seiring berjalannya waktu, kemudian diketahui penyebabnya dari sebuah jenis virus baru dari keluarga virus Corona , yang sekarang ini disebut novel corona 19 penyakitnya disebut Covid 19 yang penyebabnya adalah Corona virus turunan ke- 7.

Dampak yang ditimbulkan mulai dari gangguan paru yang disebut pneumonia, mulai dari gejala ringan sampai dengan gejala paling berat, sehingga dibutuhkan peralatan sumber daya medis, sperti ventilator, dan penata laksanaan seperti isolasi.

Hal-hal yang dapat dilakukan :

1. Membatasi pertemuan, dapat membatasi penularan yang disebut social distancing, virus ini akan kehilangan tempat untuk berpindah. Cara ini adalah dinaggap paling efektif dan paling murah yang bisa kita lakukan.

2. Himbauan kami kepada masyarakat, yang paling rentan adalah  pasien usia lanjut, yaitu umur  50 tahun keatas yang sangat beresiko, dengan yang memiliki  penyakit Penyerta seperti hipertensi dan jantung

3. Pemerintah sudah berbuat dan berupaya dalam upaya pencegahan, diharapkan masyarakat bisa menyadari dengan menerapkan social distancing pembatasan aktivitas diluar rumah, warung kopi, sebaiknya dipatuhi agar daerah kita bisa bebas dari penyebaran virus Corona ini.

“pasien yang dicurigai harus menjalani isolasi diri selama 14 hari”, jelasnya.

Bupati Lingga juga sigap tanggapi pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan dari awak media.

Mengenai penyebaran virus ini yang begitu cepat, daya tular yang begitu cepat, pemerintah kalah cepat apalagi di lingga, tadi malam Pemda bersama Unsur Pimpinan Daerah sudah melaksanakan rapat dalam memetakan kondisi di Lingga, tegasnya.

“Saya juga berharap agar masyarakat kita menyikapi dengan memprotect diri menjaga lingkungan dan mengurangi kegiatan-kegiatan yang bersifat kumpul-kumpul, menjauhkan dari komunitas2 yang tidak begitu penting, (social distancing)”.

Ia juga menjelaskan Pemda Lingga selalu terbuka dalam penyampaian Informasi dan tidak ada yang ditutup-tutupu hasil rapat tadi malam, beberapa hal yang dipetakan ialah;

1. Kondisi yang ada saat ini keterbatasan SDM.

2. Dukungan peralatan medis yang sangat terbatas.

3. Biaya operasional menangani musibah ini begitu kecil, didalam pembahasan APBD tidak ada alokasi untuk wabah seperti ini, walaupun dana untuk Dinkes sudah dinaikan Pemda diatas yang ditetapkan oleh pemerintah, namun dengan kondisi yang sekarang  kurang memadai dengan adanya wabah ini, memang ada regulasi untuk penyesuaian anggaran yang di prioritaskan melalui dana DID dan alokasi lainnya.

4. dalam hal antisipasi Musibah yang tidak tertangani, Pemda sudah mempersiapkan untuk pengadaan satu speed Kusus yang perlu rujukan cepat keluar daerah.

5. Pihak kesehatan sudah saya instruksikan  untuk membuat proposal anggaran  yang bisa mengcover wabah ini lebih luas.

6. Dari berbagai rilis dan pemberitaan yang ada kondisi wabah di Kepri artinya di 7 (tujuh) kabupaten kota, dan Alhamdulilah Lingga masih nihil, Baik ODP maupun PDP,  namun jangan membuat kita berlengah-lengah.

7. Kondisi rumah sakit kita minim, kendalanya adalah tidak adanya Alkes yang standard, kondisi fisik bangunan ruang isolasi, berdekatan dengan rumah warga, namun semalam Kapolres sudah mengingatkan, siap atau tidak siap itu harus ada, (Ruang Isolasi) jangan sampai kita tidak menyiapkan itu, diperlukan langkah-lengkah pencegahan yang cepat,  IDI susah menyampaikan sikap, apabila tidak ada APD mereka menolak untuk menangani pasien.

8. dari Pihak TNI-Polri dan Satpol PP akan melaksanakan Patroli secara rutin dengan sasaran kerumunan masa dengan jumlah diluar toleransi, pesta hajatan pernikahan  kite juge himbau untuk tidak dilakukan, termasuk demonstrasi.

9. Polres Lingga sudah mulai membantuk gugus tugas, penyemprotan disinfektan, pembuatan bebeapa posko sudah dibentuk, dan pemeriksaan suhu tubuh anggotanya.

10. Perlu hati-hati tapi tidak boleh disikapi dengan panik, libur untuk mengisolasi diri, saya sudah perintahkan Kadisdik menekankan tidak boleh anak sekolah libur ke luar daerah,

11. Dishub akan menggelar rapat dengan operator kapal dengan mengurangi frekuensi perjalanan kapal tanpa menggangu kegiatan ekonomi,  BNPB sudah menyiapkan satu Speed, jika ada keadaan yang mendesak, saya juga sudah instruksikan  Pimpinan OPD dinas tidak boleh berada diluar daerah, yang sudah di luar daerah segera balik, kita akan menetapkan daerah siaga bahaya Copid 19.

Dengan segala keterbatasan yang ada, kita semua diharapkan bisa meng edukasi masyarakat tentang bahaya Copid 19, semoga dapat menghindari bahaye copid 19 yang meluas ini, tutupnya.

Diketahui turut hadir Bupati Lingga H. Alias Wello, S.ip Mtr. I.P, Ketua DPRD Kab. Lingga Ahmad Nashirudin, Kadinkes Kab. Lingga Drs. Syamsudi, Dirut RSUD Dabo Singkep, Dr. Tuarantayo Bukit Gultom, IDI Kab Lingga Dr. Indra, Kasubag Humas Pemkab Lingga Fikrizal, Ketua PWI Lingga Jhony Prasetya dan Rekan-Rekan Media Cetak/Online, Humas dan Protokol Pemkab Lingga.

Penulis : Trimo. S

TERDEPAN TV

Pos terkait