Siloam Hospital Cikarang Diduga Membisniskan Alasan Wajib Rapid Test kepada Pengunjung untuk Membayar

TERDEPAN.CO.ID,BEKASI-Ditengah masyarakat sedang mengalami kesusahan menghadapi pandemik Covid-19 (Virus Corona), Manajemen Siloam Hospital Lippo Cikarang diduga membisniskan alat kesehatan Rapit Test dengan menerapkan kebijakan, mewajibkan keluarga pasien yang menjenguk untuk di rapid test, jika ingin menjenguk pasien dengan membayar sebesar Rp 244 ribu. Hal tersebut tertera jelas dalam pengumuman informasi yang dipasang di meja petugas.

“ Setiap pasien/pengunjung yang datang ke rumah sakit wajib memakai Masker dan melakukan pemeriksaan Rapid test COVID-19 berbayar, untuk pasien/pengunjung yang sudah melakukan Rapid Test Covid 19 wajib menunjukan  bukti skrining, “tulisnya dalam pesan Informasi yang mengatasnakan management.

Bacaan Lainnya

Pengunjung Siloam Hospital Cikarang bernama (SA) kepada Tim TERDEPAN dalam pesan WhatShap membenarkan bahwa setiap pasien berobat/menjenguk pasien harus rapid test.

”Jadi hari ini Aku rapid test, dalam pengisian di formulir tertera angka harus bayar Rp 244 ribu, kalo Rumah Sakit (RS) ini ceknya berbayar ya not free,”ucapnya saat dikonfirmasi melalui pesan whatasup,Cikarang (22/04/2020).

Saat Tim TERDEPAN mengkonfirmasi langsung ke rumah Sakit tersebut, perwakilan Costumer Servis (CS) Siloam Hospital Lippo Cikarang membenarkan bahwa penerapan Rapit Test Covid 19 itu benar diberlakukan untuk pengunjung yang akan menjenguk pasien ODP.

“ Ya benar itu sudah menjadi keputusan managemen Rumah Sakit, “terangnya.

Sementara Anggota DPR RI Obon Tabroni saat dikonfirmasi sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Siloam Hospital Cikarang yang memberlakukan pungutan berbayar bagi yang dilakukan rapit test untuk orang yang bukan PDP yang berkunjung.

“Kalau pakai Masker Hand Sanitizer dan protokol kesehatan lain boleh lah ! tapi kalau harus Rapid Test untuk orang yang bukan ODP ini benar-benar keterlaluan, masa orang mau jenguk atau suntik KB harus rapid. Jangan bikin aturan yang membebani di saat situasi sulit seperti ini,”jelasnya Obon.

Disisi lain Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Budiyanto menanggapi juga, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsup, bahwa semestinya pihak Rumah Sakit, untuk tidak membuat peraturan menyusahkan masyarakat ditengah wabah pandemic Virus Covid 19.

“Mereka harus lebih humanis terhadap para pengunjung, agar kondisi non medis tetap dalam kondisi baik, sehingga secara umum akan menjadi kekuatan imunitas bagi semua masyarakat yang masih banyak berhubungan dengan Rumah Sakit,”tutupnya.

 

 

Reporter :Ardi/Bor

Editor : IKA

#SiloamHospitalCikarang

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait