Pengunjung Pasar Kota Pinang Menjelang H-3 Lebaran Idul Fitri Membludak Ditengah Pademi Covid19

Warga bergerombol tanpa melakukan sosial distancing

TERDEPAN.CO.ID,LABUSEL- Terkesan Mengabaikan arahan dan instruksi pemerintah tentang Protokoler kesehatan physical distanching dan sosial distanching serta memakai Masker. Masyarakat Labusel dari berbagai daerah, 4 hari menjelang lebaran membanjiri pasar tradisional Kota Pinang dengan berbelanja untuk keperluan Lebaran.

Kendati, wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan tidak di terapkan PSBB, petugas Gugus Tugas pencegahan dan percepatan penularan wabah Covid19 Pemkab Labuhanbatu Selatan, seakan kurang responsip dalam mengantisipasi hal tersebut, hingga kesan pembiaran nampak terasa. Hal ini disampaikan oleh Sahrul salah satu pengunjung pasar.

Bacaan Lainnya

“Sebelum ada warga yang terinveksi penularan Covid19, nampaknya belum begitu diperhatikan dengan serius oleh tim Gugus Tugas, “ujar Sahrul meminta wajahnya untuk tidak difoto.

Sedangkan menurut salah seorang warga yang tak jauh dari Pasar, di ketika di wawancari TERDEPAN mengatakan, tidak lagi takut dengan Covid19, Ia pasrah saja demi belanja untuk keperluan lebaran.

“ Saya pasrah saja, karena mau belanja keperluan lebaran, “terangnya.

Demikian, halnya kepada salah seorang pedagang di Pasar, Imah mengatakan, demi mencari makan menjelang lebaran, Ia tetap nekat berjualan dan tidak takut akan tertular virus Corona dari pengunjung.

“Ini kesempatan untuk mencari rejeki, walaupun Covid19 mengancam, Kami tidak perduli dan pasrah,”tutupnya.

Diketahui Pasar tradisional Kota Pinang yang berada di pusat kota pada H-4 di Jalan Jendral Ahmad Yani dan di Jalan M.yamin nampak terjadi kemacetan panjang arus lalu lintas akibat membludaknya masyarakat yang berduyun-duyun membanjiri pasar tradisional dengan berbagai bermacam keperluan untuk menyambut dan merayakan lebaran di suasana pandemi Covid19.

 

Penulis : Musli

Editor : IKA

#KabupatenLabuhanbatuSelatan

 

TERDEPAN TV

Pos terkait