TERDEPAN.CO.ID, Cikarang Pusat- Satu tahun jabatan Bupati di tengah Pendemi Covid 19, masih merajalela, ambigu new normal di tampilkan secara terang-terangan, recofusing anggaran APBD untuk giat pembangunan membuat kegaduhan di kalangan pemegang kebijakan dan para pelaku usaha mitra pemerintah daerah.
Hal ini di terangkan tokoh Pemuda Bekasi Rahmat Damanhuri. Ia mengatakan, LKPJ mendapat sorotan dengan tampilan rekomendasi 84 jumlah terkabarkan, indek kemiskinan rakyat Kabupaten Bekasi bukan mengurang malah bertambah-tambah tak terhindarkan.
“Persoalan Pengangguran di tengah tengah megahnya 7 zona industri sampai saat ini agenda penangananya seperti satir bahasa indah di ucap, tapi berat untuk di buat, padahal regulasi sudah ada tinggal go a head, tapi ternyata gak ada gregetnya juga,”terang Rahmat yang sering disapa Vijay,Minggu (14/06/2020).
Masih lanjut Rahmat, jumlah pengangguran tiap tahun terus bertambah, alih-alih ingin menangani yang ada terjadi di lapangan pencari kerja lokal dan pendatang tak terhindarkan saling rebutan pemerintah daerah sepertinya melakukan pembiaran.
“Tata kelola pemerintahan yang sangat amatiran dengan begitu lama pembiaran di lakukan beberapa jabatan kosong menjadi persoalan yang entah sampai kapan bisa di rapihkan,”ujarnya Rahmat.
Rahmat menambahkan, proses investasi dengan cara terobos aturan yang penting masuk setoran, masih juga sangat nampak terlihat nyata, investor tak punya kepastian hukum jadi merana, bangunan demokrasi porak-poranda terlihat nyata, di proses pemilihan pemimpin nomer dua.
“Yang berujung pada terciptanya disharmoni antara dua lembaga legislatif dan eksekutif seakan beradu menjadi dua kekuatan dengan narasi kepentingan tak terhindarkan, belum lagi terkuncinya azas transparansi dan akuntabilitas sebagai indikator good government,”tuturnya Rahmat.
Sangat terasa terjadi di satu tahun kepemimpinan sang bupati,tanpa menapikan adanya hal baik yang di lakukan, rasa-rasanya tagline Bekasi baru, Bekasi bersih dalam satu tahun kepemimpinan sang Bupati perlu banyak di koreksi,”tutupnya Rahmat.
Reporter : Ardi
Editor : IKA
#BupatiBekasi







