Wisata Pantai Tanjung Pakis Karawang Telan Korban Jiwa, Nyawa Anak Dihargai Rp.2 Juta

TERDEPAN.CO.ID,KABUPATEN BEKASI- Sungguh miris, nyawa anak yang tewas di tempat Wisata Tanjung Pakis hanya dihargai sebesar Rp. 2 Juta oleh pihak pengelola PT JHI.

Sardi Ketua PWB ( Paguyuban Wartawan Bekasi) selaku koordinator investigasi terkait tewasnya pengunjung di Pantai Pakis beberapa hari yang lalu, sangat menyayangkan sikap dari pengelola pantai Tanjung Pakis yang telah menghargai nyawa orang sangat murah dengan hanya diganti Cuma Rp. 2 Juta.

Bacaan Lainnya

“Saya bersama teman-teman yang tergabung di Grup PWB setelah mendengar berita bahwa ada salah seorang anak berasal dari  kabupaten Bekasi yang tewas di Pantai Pakis, Kami merasa miris mendengar bahwa pihak pengelola kurang bertanggung jawab dan Kami berusaha untuk mendapatkan informasi kejadian yang sebenarnya. Setelah tim sampai di Pantai Pakis membeli tiket masuk seharga Sepuluh Ribu Rupiah, “terangnya.

Pasca kejadian musibah yang dialami keluarga Masuri yang berdomisili di Perumahan Bumi Kahuripan Indah ( BKI ) Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi, 31 Jui 2020 lalu, yang memakan korban nyawa KD 7 tahun, tewas tenggelam di Pantai Tanjung Pakis Karawang Jawa Barat, nampak para pengunjung yang memadati pantai serta melihat anak anak bermain dengan bebas tanpa alat pelindung, kemudian dilokasi bermain tidak tampak petugas keamanan.

“Para pengunjung terlihat tidak mengikuti protokol kesehatan, seperti menggunakan Masker,cuci Tangan dengan Sabun serta menjaga jarak., “terangnya.

Ia berharap kepada pihak pengelola agar bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan masyarakat, agar tidak terjadi kepada pengunjung yang lain.

“Semestinya pihak terkait harus lebih cermat dalam mengawasi pengelolaan Pantai Tanjung Pakis, apalagi dimasa pandemi Covid -19 ini, dan Kami akan tindak lanjuti sampai ke Dinas terkait dengan banyaknya pelanggaran yang dilakukan pihak pengelola sehingga memakan korban jiwa, dan jangan sampai terulang lagi kejadian tersebut, apalagi pengunjungnya banyak dari warga Bekasi,”beber Sardi.

Sardi menerangkan, Wisata Tanjung Pakis Kerawang selain harus membayar pajak sebesar Rp 10.000/ perkepala juga dalam tiket tersebut tertera logo Pemda Karawang  berikut asuransi dari pihak pengelola PT JHI.

Keluarga Masuri yang menjadi korban musibah di Pariwisata Pantai Tanjung Pakis, menyampaikan , pihak pengelola hanya memberi uang kerohiman Rp.2 juta saat  jenazah anaknya ditemukan pada, Sabtu (01/08/2020) sekitar pukul 14.50 Wib.

Tim terdepan saat mengkonfirmasi Masuri orang tua korban KD Jumat 08/08/2020 di kediamannya dan dalam keterangannya, Masuri mengatakan dengan adanya kejadian yang menewaskan anaknya KD 7 tahun pihak keluraga tidak akan menuntut.

“Karena sudah diberikan uang kerohiman sebesar 2 Juta Rupiah, dan sudah menandatangani surat pernyataan tidak menuntut dengan pihak pengelola,”ucap Masuri.

“Saya  dari pihak keluarga memohon kepada semua  masyarakat jangan mengapload poto almarhum anaknya ( KD ) di medsos ( Media Sosial) karena akan membuat trauma istri Saya,”sambungnya .

Masuri juga berharap, agar pengelola Pantai Tanjung Pakis lebih mempehatikan keselamatan dan kemanan pengunjung agar tidak terjadi lagi musibah seperti yang di alami keluarganya.

Selain itu,Tim investigasi awak media gabungan Bekasi mencoba investigasi langsung ke wisata  Pantai Tanjung Pakis Minggu, 09/08/2020 untuk  memastikan dan mencari informasi standar SOP dari tempat wisata tersebut. Namun pada kenyataannya banyak pelanggaran yang terjadi termasuk tidak adanya pegawasan dan pelanggaran protocol kesehatan Covid19 yang masih menjadi momok masyarakat.

Tim TERDEPAN saat mengkonfirmasi kepada pengelola Pantai Wisata tersebut tidak mampu memberikan bukti pembayaran, surat kesepakatan dengan alasan disimpan pihak pengelola.

“ Surat bukti pembayaran dan kesepakatan disimpan pengelola,” seolah mengelak pertanyaan TERDEPAN.

Reporter : Ardi Priana

Editor : IKA

# WisataTanjungPakisKarawang

 

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait