Industri terbesar di Asia Tenggara, Diusia 70th Kabupaten Bekasi Semakin Meningkatnya Angka pengangguran

TERDEPAN.CO.ID,Bekasi- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia 2017, Kabupaten Bekasi menduduki posisi ketiga dari sepuluh kota besar penggerak ekonomi Indonesia,

Keberadaan beberapa kawasan industri dengan ribuan pabrik di dalamnya merupakan faktor yang mendongkrak Kabupaten Bekasi berada di posisi tersebut.

Bacaan Lainnya

Akan tetapi posisi sebagai kota besar pengerak ekonomi Indonesia nomor tiga dan dengan label daerah yang memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tenggara rupanya tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan rakyat Kabupaten Bekasi.

Kecilnya prosentase serapan tenaga kerja lokal berakibat semakin meningkatnya angka pengangguran. Kurang seriusnya pemerintah memberikan perhatian terhadap UMKM jadi salah satu penyebab kalahnya daya saing sehingga banyak pelaku UMKM “layu sebelum berkembang”.

Ditambah lagi dampak terhadap lingkungan hidup, pencemaran sungai dan polusi udara sudah masuk level bahaya buat kesehatan masyarakat.Melihat persoalan ini, Ketua Brigade Bekasi Hebat, Irham Firdaus mengatakan.

“Sejak adanya perencanaan pembangunan beberapa kawasan industri di Bekasi, Legislatif dan Eksekutif seharusnya juga sudah siap dengan regulasi (Perda dan Perbup) supaya dapat mengoptimalisasikan manfaat keberadaan kawasan industry. Utamanya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Bekasi, seperti regulasi ketenagakerjaan, lingkungan hidup, UMKM, CSR dan lainnya yang berimbang (balanced) antara kebutuhan daerah (kesejahteraan masyarakat) dengan kepentingan pengusaha,”ucapnya Irham.

KabuLanjutnya, “Saat ini (mungkin) regulasi itu sudah ada akan tetapi apakah sudah balanced? Apakah regulasi sudah “tajam” apabila ada pelanggaran? dan apakah sudah ada evaluasi regulasi sebagai langkah penyesuain dengan situasi dan kondisi sekarang?, belum adalah jawaban tepat dari pertanyaan-pertanyaan diatas jika melihat realita saat ini,”sambungnya.

Salah satu contohnya, Sudah sering pelaku UMKM menyampaikan, saran dan usulan agar pemerintah daerah Kabupaten Bekasi membantu mengusahakan bantuan permodalan, pendampingan, membangun sentra-sentra penjualan dan menyiapkan lahan untuk dijadikan klaster-klaster produksi guna meningkatkan daya saing, namun nyatanya sampai saat ini masih bertepuk sebelah tangan.

“Padahal, potensi lahirnya pengusaha tingkat nasional dari pelaku UMKM Bekasi sangat besa., Tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik dalam berbagai aspek jika keinginan untuk membangun dan memajukan Bekasi hanya sebatas wacana,”tambah Irham.

Masih lanjutnya, “Kuncinya, Bupati harus mangambil kebijakan dan tindakan cepat, tepat dan tegas sebagai jawaban dari “ketidak berdayaan” pemerintah ketika berhadapan dengan pengusaha, perbaikan tata kelola pemerintahan dan ketidakjelasan arah dan konsep pembangunan kalau ingin mewujudkan Bekasi 2x tambah baik,”terangnya Irham.

Sebelum menutup pembicaaannya Ilham mengajak kepada seluruh stakeholder khususnya eksekutif dan legislatif, jangan biarkan anak Bekasi cuman jadi penonton.

“Momentum hari jadi Kabupaten Bekasi Ke-70, Kita ingetin kepada seluruh stakeholder khususnya eksekutif dan legislatif, jangan biarkan anak Bekasi cuman jadi penonton terus di kampung sendiri,”Pungkas Irham.

 

Reporter : Ardi Priana

Editor : Bagus Alfianto Rajib

#KabupatenBekasi

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait