TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Ketua DPRD Kota Batam merasa kecewa atas sikap pimpinan Daerah atau Walikota Batam dan Kepala BP Batam yang tidak mau menghadiri rapat penting terkait berakhirnya konsensi pengelolaan Air BP Batam dan ATB Batam.
Lantaran ketidakhadiran Pemko Batam. Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto tersebut Ia buka dan langsung di tutup kembali. Menurut Nuryanto rapat tersebut dilaksanakan karena menanggapi hal yang menyangkut tentang hajat hidup orang banyak.
“Menyukapi tentang berakhirnya konsesi antara BP Batam dengan ATB Batam dan akan berakhir pada tanggal 14 November 2020 nantinya, Kami dari pemerintahan atau DPRD Kota Batam ingin mengetahui sejauh mana perkembangan tentang konsensi tersebut agar nantinya Kami dapat mengambil sikap,”ucapnya.
Selain itu ia juga mengatakan, melihat dari pemberitaan serta dari informasi yang beredar bahwa permasalahan antara BP Batam dengan pihak ATB belum selesai.
“Jika permasalahan ini belum selesai sampai nanti, Saya kuatirkan akan menambah masalah baru di kemudian harinya. Karena ini menyangkut dengan banyak orang terutama masyarakat kota Batam,”tambahnya.
Masih lanjutnya,”Saya sendiri selama menjadi anggota dewan kurang lebih 12 tahun dan saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Batam, belum pernah melihat isi maupun bentuk dari konsensi tersebut,”keluhnya.
Rapat yang berakhir dengan singkat tersebut akan di agendakan kembali pada hari Jumat yang akan datang.
Reporter : Bagus Alfianto Rajib
#DPRDKotaBatam







