Cegah Penyebaran Covid19 Pertokoan dan Aktivitas Warga Bekasi Dibatasi dan Terapkan Jam Malam

TERDEPAN.CO.ID,BEKASI-Pemerintah Kabupaten Bekasi (Pemkab) menerapkan jam malam untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19,Selasa (15/09/2020).

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menyatakan, pembatasan aktivitas ini berlaku untuk seluruh kecamatan meski di wilayah itu tidak terdapat kasus Covid-19.Seluruh aktivitas dibatasi hingga pukul 9 malam, sedangkan pertokoan hanya sampai pukul 6 sore.

Bacaan Lainnya

Ia menyampaikan, pemberlakukan jam malam tersebut merupakan bagian dari pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK) yang diterapkan Pemkab Bekasi.

“Sesuai kajian, pertokoan hanya boleh beroperasi sampai pukul 6 sore. Kemudian aktivitas warga hanya sampai jam 9 malam. Setelah itu diarahkan kembali ke rumah,” ucap dia.

Menurutnya, warga tidak diperbolehkan nongkrong dan membuat kerumunan. Bahkan, pemerintah bersama kepolisian sepakat akan menindak jika ditemukan adanya pertokoan yang tidak mengindahkan pembatasan operasional ini.

”Jika ditemukan warga yang bermasker dan berkerumun bisa langsung dibubarkan dan diamankan,” ucapnya.

Lanjutnya, berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, sebanyak 40 desa kecamatan masuk zona merah. Terkait peningkatan kasus itu, Eka pun menegaskan telah melakukan pembatasan secara to

“Di mana, aktivitas warga di satu desa yang menjadi zona merah baik itu toko- toko atau aktivitas warga akan lebih dipertegas dalam penindakannya. Artinya, semua hal dari mulai kegiatan dan aktivitas masyarakat dibatasi,” ucap Dia.

Selain itu, juru bicara Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, puluhan desa yang masuk zona merah tersebut berada di 14 Kecamatan se-Kabupaten Bekasi.

“Namun, tim gugus sudah langsung terjun ke lokasi zona merah tersebut untuk melakukan penangan dan tracing di wilayah tersebut, “katanya.

Dia menyampaikan, pada operasi yustisi hari kedua, jumlah pelanggaran yang terjaring meningkat menjadi 41 orang. Hanya saja, operasi yang digelar kepolisian dan Satpol PP ini tidak menerapkan sanksi denda.

“Puluhan orang yang terjaring langsung diberikan sanksi berupa push up di tempat dan diberikan sanksi berupa membersihkan jalan dengan menggunakan rompi orange yang bertuliskan ‘Pelanggar PSBB Kabupaten Bekasi’, setelah itu para pelanggar diberikan masker dan diminta secara tertulis agar tidak mengulanginya kembali.

Ada 41 orang yang terjaring operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan, mereka kami berikan tindakan tegas berupa sanksi sosial,” ucap Camat Tambun Selatan, Junaefi usai menggelar razia di kawasan Pasar Tambun Selatan dan Underpass Tambun yang berada di Jalan Sultan Hasanudin,”tutupnya.

 

Reporter : Ardi Priana

Editor : IKA

# PemkabBekasi

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait