Aktivis Sosial Fahmi Artha Angkat Bicara Terkait Aksi Ricuh Mahasiswa di Jababeka

TERDEPAN.CO.ID,KABUPATEN BEKASI-Aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja oleh Aliansi Mahasiswa Kabupaten Bekasi di Jababeka Raya, Kecamatan Cikarang utara, Kabupaten Bekasi berujung ricuh,sehingga Budi Nasrullah Pengurus HMI Cabang Bekasi diduga mendapat perlakuan tindakan represif oleh oknum kepolisian hingga wajahnya terluka pada 7 oktober 2020.

Hal ini mendapat komentar dari akademisi hukum dan juga berprofesi sebagai pengacara TJP Law firm,Fahmi Artha.SH,menurutnya Standar Operasional Prosedur (SOP) tindakan aparat dalam mengurai massa aksi harus dilihat.

Bacaan Lainnya

“Apakah memang ketika ada massa aksi mulai tidak terkendali itu harus mengunakan kekerasan,sehingga mengakibatkan korban luka berat,korban luka ringan,sampai Budi nasrullah sampai berdarah-darah dan kemudian sampai ke gigi nya ompong,itu jelas tindakan represif dari aparat”kata Fahmi 7/10/2020.

Masih kata Fahmi,yang seharusnya aparat kepolisian ini melindungi mengayomi masyarakat dalam hal apapun itu.

“Karena menyampaikan aspirasi juga dilindungi oleh Undang-undang,ada UU no 9 th 1998 silahkan di cek menyampaikan aspirasi secara lisan maupun secara tulisan,”bebernya.

Lanjut kata Fahmi,ketika ada tindakan represif  dari aparat  justru menciderai UU dasar dan mencederai kebebasan berpendapat,ancaman untuk demokrasi.

“Ini pembelajaran untuk pihak kepolisian,bahwa dalam hal mengamankan aksi tentunya aparat harus bisa menahan diri jangan sampai merugikan rakyat , kita kan datang baik-baik menyuarakan kebenaran , menyuarakan penderitaan, lalu kenapa kita harus dihadang dengan kekerasan ini kan jelas bertentangan semangat Equality before the law bahwa semua orang statusnya sama di depan hukum. Mentang mentang Dia aparat kepolisian,kemudian bisa melakukan tindakan kekarasan seenak aja ke massa aksi kan tidak dibenarkan,”tutupnya.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan hingga berita ini diunggah belum bisa dikonfirmasi dan dimintai keterangan.

 

Reporter : Ardi Priana

Editor : IKA

#UUCiptaKerja #UUCiptaKerja

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait