Balita Tewas Terseret Arus Gorong-gorong ke Sungai, Lurah Trembesi Sentil BP Batam dan Dua Developer untuk Bertanggung-jawab

TERDEPAN.CO.ID,BATAM– Lurah Trembesi Batam Kepulauan Riau, Arfie, menyentil Instansi BP Batam dan pengembang Renggali serta Cipta Groub yang ikut andil dalam tewasnya Balita (5Th) yang terseret derasnya arus dari saluran draenase Gorong-gorong menuju Sungai yang berada di Perumahan Cipta Asri III Trembesi Kota Batam.

Ia menyayangkan tindakan BP Batam yang dinilai kurang selektif dalam melakukan survei secara ril dilapangan, sebelum memberikan alokasi lahan kepada pengembang akan dampak Amdal terhadap lingkungan yang akan ditimbulkan, hingga pada akhirnya ada korban jiwa yang mestikan tidak akan terjadi.

Bacaan Lainnya

“Saya menghimbau sebetulnya terutama kepada Developer pengembang ketika ingin membangun suatu perumahan betul-betul melihat kondisi di lapangan seperti apa dan juga kepada BP Batam harus melihat kondisi rill di lapangan seperti apa , harus memikirkan seperti apa kondisi draenase, saluran dan lain-lain karena jangan sampai alokasi lahan sudah diberikan kepada Developer dan ketika Developer membangun ini tidak dilihat dampak lingkungan kedepan, karena selama ini amdal dibuat diawal, tetapi kalau ada dampak lingkungan efeknya sampai merenggut nyawa seperti ini. mohon maaf Saya sampai saat ini belum ada lihat tindak lanjut dari Developer, “terangnya.

Lurah Arfie menerangkan, sebelum peristiwa tersebut menelan korban, perumahan Cipta Asri III yang dibangun oleh pengembang DeveloperRenggali dan Cipta Groub ini sudah dua kali mengalami banjir hingga merendam perumahan warga, namun dari pihak pengembang belum ada realisasi pencegahan banjir hingga menelan korban jiwa seorang Balita.

“Kalau mbak nanti bantu Shoot dari belakang, Saya bantu normalisasi dari pihak Binamarga dari pemerintah Kota Batam. Kita membantu  normalisasi agar aliran yang dari danau itu juga tidak serta merta langsung mengguyur perumahan, karena yang pertama kali Banjir itu perumahan warga itu hanyut semua (terendam air), “tuturnya sedih.

Dan sampai saat ini dari pihak Developer (Cipta groub.Red) ini belum melakukan apa-apa. Baru dari pihak Renggali selaku yang membangun perumahan ini yang membuat kanal-kanal tadi,”lanjutnya.

Dirinya berharap, baik Developer maupun BP Batam untuk saling berkoordinasi apabila membangun suatu perumahan.

“Jadi harapan Saya kepada pihak Developer dan BP Batam berkoordinasilah ketika ingin membangun suatu perumahan, “serunya.

Arfie juga mempertanyakan pembuatan Gorong-gorong yang tertutup jalan dan gorong-gorong yang terbuka lebar tanpa diperhitungkan tingkat keamanannya bagi masyarakat terutama anak-anak.

“ Seyogyanya karena Gorong-gorong ini ada diatas jalan kemudian ada draenase dibelakangnya itu yang besar. Dan ini apakah bisa Drainase itu diatasnya adalah jalan dan hal ini sangat-sangatlah kecil. Dan tadi Kita sudah menghubungi dari pihak Cipta Groub dan Rengganis mudah-mudahan bisa hadir juga dan membuat percepatan agar air tadi bisa terpecah, “tutupnya.

Diketahui Gorong-gorong Drainase yang telah menyeret Balita (5Th) berinisial D itu berjarak 300 meter dari sungai, yang diatasnya tertutup jalan sehingga ketika peristiwa naas menyeret tubuh mungil Balita berlangsung, masyarakat tidak bisa melihatnya karena Gorong-gorong berlubang besar itu tidak ada penutupnya.

Redaksi

#BPBatam #PemkoBatam #CiptaGroub #Renggali

TERDEPAN TV

Pos terkait