Tidak Terima Dibubarkan, Aksi Demo di Sorong Papua Berujung Ricuh

Anngota Brimob Terkena Serangan para Pendemo

TERDEPAN.CO.ID,SORONG- Tidak terima dibubarkan, aksi demo di Sorong Papua Barat berujung ricuh dan bentrokan tidak terhindarkan antara pendemo dan Polisi. Kejadian berlangsung pada pukul 10.00 Wib di hari Jumat. (27/11/20).

Lima orang terluka dalam peristiwa ini. Tiga orang anggota Brimob, satu anggota polisi dan satu wartawan mengalami luka-luka.

Bacaan Lainnya

Para pendemo yang tidak terima dibubarkan paksa kemudian menyerang petugas dengan lemparan Batu. Tindakan persuasif telah dilakukan oleh polisi namun pendemo menolak dan tetap menyerang aparat. Akibatnya lima orang terluka dalam bentrok unjuk rasa tersebut.

Polisi kemudian menangkap lima orang pendemo karena diduga sebagai provokator dan ikut menyerang petugas. Meskipun situasi mulai kondusif namun polisi dan TNI masih berjaga di sejumlah titik untuk kemanan masyarakat sekitar.

Polisi juga menambahkan anggota Brimob untuk berjaga mengantisipasi adanya unjuk rasa susulan.

Aksi demo kembali kondusif setelah Polisi membubarkan paksa sekitar pukul 14.00 Siang dengan penjagaan dan keamanan yang ketat.

Nur warga Sorong Papua dalam penyampaiannya menyampaikan, saat demo berlangsung alur lalu lintas sempat dialihkan.

“Semua lalulintas dialihkan dan ini biasanya terjadi pada tanggal 1 Desember, .sebagai ulang tahun Papua Merdeka, makanya hari gini penjaan keamanan super ketat..demi keamanann di Papua Barat, “pungkasnya.

 

Kontributor : Nur

Editor : IKA

#SorongPapua

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait