TERDEPAN.CO.ID, TANJUNGPINANG – Mahasiswa dikota Tanjungpinang Lakukan aksi penggalangan dana untuk Dhea Aprilia, mahasiswi semester lima Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), sekaligus sekretaris umum Himpunan Mahasiswa Riau (HIMARIAU) Tanjungpinang.
Dhea menderita penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau lupus penyakit seribu wajah sejak tahun 2017. Gejala awal yang dhea alami , dhea sering kelelahan, dan akhirnya mengalami drop pada bulan januari 2017 dengan gejala demam tinggi, kaki bengkak , dan butterfly atau ruam merah pada wajah.
Selain itu Dhea juga mengidap Aseptic Loosening Post L THR (panggul kiri yang akan direvisi atau dioperasi ulang), AVN Ebor R (kerusakan pada sikku tangan Kanan) dan Glaukoma.
Hal ini diungkapkan oleh Rudi, Ketua Umum Himariau Tanjungpinang saat aksi galang dana pada hari kedua, minggu (13/12).
“Dhea awalnya tidak tau apa penyakit itu dan ada dokter muda bilang kalau Dhea didiagnosa Lupus . Akhirnya disuruh tes darah lengkap dan tes ANA DNA ternyata memang hasilnya positif lupus. Dari situ lah Dhea dirawat dan rutin minum obat selama bertahun tahun,”ujarnya.
Dari hasil diagnosa dokter akibat dari penyakit tersebut dan selama mengkonsumsi obat yang mengandung steroid, pada persendian paha kaki kiri mengalami kerusakan dan menjalani operasi ganti tulang di RSUP Prov.Kepri tahun 2018. Namun sampai saat ini paha kaki kiri yang dioperasi masih terasa nyeri dan pada persendian siku tangan kanan juga sudah mulai kena, maka oleh dokter orthopedi RSUP Kepri pengobatannya dirujuk ke RSCM Jakarta Pusat,”ujarnya lagi.
Rudi menambahkan, Dhea membutuhkan biaya yang sangat besar untuk mendapatkan pengobatan dan operasi penyakit yang dideritanya. Jadwal operasi belum ditentukan dikarenakan belum ada keputusan dari pihak rumah sakit. Jumlah biaya operasi yang harus ditanggung keluarga Dhea adalah diatas 300 juta rupiah.
“Setelah di RSCM dilakukan diagnosa ulang yaitu cek darah, roungen, dan MRI. Hasilnya memang positif lupus, kemudian untuk sakit paha kaki kiri dan sendi siku tangan kanan akan dilakukan tindakan operasi. Jadwal operasi belum ditetapkan oleh Profesornya, disuruh menunggu dan tetap dilakukan rawat jalan. Sampai detik ini , belum ada keputusan dari pihak rumah sakit dikarenakan biaya nya sangat mahal dan tembus diatas 300 juta,” jelasnya.
Untuk meringankan beban biaya operasi Dhea, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Organisasi Kedaerahan (Organda) yang ada dikota Tanjungpinang selenggarakan aksi penggalangan dana di beberapa titik lokasi lampu merah.
“Saya selaku ketua HIMARIAU dan rekan rekan Bersama Organda, FKIP UMRAH, HMKT, HIMKAB, HIMKA, IMKL dan HMSB Kepri menyelenggarakan Aksi tersebut untuk meringankan biaya pengobatan Dhea Aprilia yang saat ini tergolong mahal. Hingga saat ini keluarga Dhea telah berusaha untuk kesembuhan Dhea yang masih dirawat.Teman-temannya di ORGANDA dan organisasi di kampus berupaya untuk meringankan biaya pengobatan dengan aksi galang dana ini,” ungkap Rudi.
“Untuk Kegiatan ini kami mencoba di beberapa titik lampu merah dari Basuki Rahmat, Pamedan, Kodim Batu 6, Kota Piring, dan Batu 9. Beberapa waktu lalu kita sudah menyelenggarakan Juga di cafe Sarang Sembilang yang mana kegiatan tersebut kami isi dengan akustik dan kawan kawan ada yang berjualan juga sekaligus penggalangan dana,” tutur Rudi menambahkan penjelasannya.
Rudi menyebut dana yang terkumpul dari aksi galang dana tersebut untuk sementara waktu baru terkumpul sekitar 10 juta rupiah dan masih kurang dari dana yang dibutuhkan Dhea untuk melakukan operasi.
“Saat ini dana terkumpul sekitar 10 jutaan, artinya masih membutuhkan sekitar 290 juta,”sebutnya.
Reporter : Randy
Editor : IKA
#HIMARIAU







