TERDEPAN.CO.ID,BEKASI – Bupati Kab.Bekasi H.Eka Supria Atmaja mendatangi SDN Karang Raharja 02 di Desa Karang Raharja, Kecamatan Cikarang Utara untuk meninjau kesiapan prosedur protokol kesehatan, menjelang dimulainya pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 mendatang dengan menggelar simulasi di Sekolah-sekolah yang siap melakukan tatap muka.
Dalam pantauan , Bupati dan Forkompimda monitoring simulasi kegiatan belajar -mengajar (KBM) tatap muka. Sekolah ini menyiapkan standar protokol kesehatan yang ketat, sesuai dengan aturan Pemerintah Daerah.
“Hari ini simulasi terhadap yang nantinya kita memang rencananya di Januari 2021 akan melakukan KBM tatap muka. Tentu harus ada persiapan-persiapan,” kata Bupati Bekasi,Eka Supria, Selasa (15/12/2020).
Sejumlah siswa yang sengaja dihadirkan dalam simulasi seluruhnya memakai seragam Sekolah. Saat akan memasuki area sekolah, para siswa diwajibkan memakai masker dan diperiksa suhu tubuhnya oleh guru.
Sebelum masuk ruang kelas, siswa diminta untuk menyuci tangan terlebih dulu. Didalam kelas, siswa harus duduk di kursi bertanda silang yang sudah diatur jaraknya.
“Bagi siswa yang memiliki suhu tubuh diatas normal, harus dibawa ke ruang isolasi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Eka
Bupati Bekasi juga mengatakan,untuk kesiapan Siswa masuk Sekolah nanti dengan terapkan simulasi pembelajaran tatap muka.
“dari mulai siswa cek suhu, bercuci tangan, duduk satu bangku seorang, sampai guru pun harus di test swab pada masa new normal dan nantinya wajib dengan menggunakan protokol kesehatan,”bebernya.
Selain itu, Bupati Bekasi menerangkan, bahwa Sekolah-sekolah yang belum layak untuk menghadapi masa new normal nanti, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan dan mengeluarkan anggaran yang mencapai rata-rata Rp 196 juta per toilet untuk mendukung terkait pembelajaran tatap muka.
“Pembangunan Toilet ini dilakukan massal sebanyak 488 toilet sekolah di 23 Kecamatan di Kabupaten Bekasi,”pungkasnya.
Usai simulasi diarea kelas, Bupati Bekasi bersama unsur Forkompinda mengecek kesiapan sarana dan prasarana seperti wastafel atau tempat cuci tangan, toilet, serta area wudhu yang telah menerapkan adaptasi kebiasaan baru.
Disindir KPK sudah merespon viralnya pembangunan WC di Bekasi, dirinya menjelaskan, “kita mengikut sertakan inspektorat dan ini juga kan belum dibayar baru dibangun belum selesai, tinggal dihitung saja dimana kerugian Negara,”ungakapnya Bupati Eka.
Masih Lanjutannya, jika sudah dibangun, tinggal dihitung mana kerugian negara, jika memang tidak standar dengan dinas, nanti akan kita stock opname apa yang dia kerjakan, ya maka itu yang akan kita bayar,” jelas Bupati Bekasi.
Reporter : Ardi Priana
Editor : IKA
#BupatiBekasi







