TERDEPAN.CO.ID,BEKASI – Mahasiswa Bekasi angkat bicara tentang pembangunan toilet sekolah dengan anggaran pantastik senilai 196,8 juta pertoilet. Menurut mahasiswa Bayangkara Puji Nugraha, Japong panggilan akrabnya ia katakan pembangunan toilet dengan anggaran pantastik jelas ini sangat menghamburkan anggaran, karna menurutnya untuk sarana sekolah tetapi untuk toilet seharusnya tidak sebesar itu anggarannya.
“Dalam pandangan saya pembuatan toilet tidak sebesar itu anggarannya, ini sangat menghamburkan anggaran saja. Seharusnya anggaran di alihkan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Japong,Rabu (13/01/2020).
Dijelaskan, anggaran dengan total yang diturunkan sebesar 96,8 Miliar untuk 488 toilet sekolah di 23 Kecamatan Kabupaten Bekasi yang katanya juga termasuk pajak serta pembayaran kontraktor dan kualitas pembangunan tersebut.
Akan tetapi ini menjadi polemik besar dikarenakan anggaran untuk toilet sekolah tersebut sangat besar, ini seperti tidak masuk akal sama sekali.
Kalau memang anggaran ini benar dan kongkrit dalam realisasi pembangunan toilet sekolah tersebut, coba untuk transparansi kepada masyarakat dan audit ke BPK RI anggaran tersebut agar tidak adanya kecurigaan atau kejanggalan dalam pembangunan tersebut,” ulas Japong.
Pada beberapa hari yang lalu, kata dia, guru Honnorer kabupaten Bekasi telah melakukan unjuk rasa di depan gedung KPK, mereka meminta KPK untuk coba melakukan pengecekan terhadap anggaran pembangunan tersebut, karna menurut mereka sangat tidak adil, gajih guru honnorer yang dijanjikan naik 1jt pun tidak berujung adanya kejelasan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Saya sangat sepakat dengan guru honnor yang melakukan aksi di KPK, mereka tidak salah karna bisa saja ini dugaan Tipikor, karna menurut saya janggal dengan anggaran sebesar itu. Seharusnya bisa di perkecil lagi dan sisanya untuk urgensi yang sangat dibutuhkan masyarakat. Maka dengan itu agar polemik ini tidak menjadi simpang syiur saya meminta untuk segera di audit ke BPK RI,” ujar Japong mahasiswa asal Tambun tersebut.
Bangunan toilet yang berukuran 3×3 meter yang hari ini menjadi polemik di Kabupaten Bekasi sehingga mahasiswa asal Tambun ini ikut angkat bicara dalam kejanggalan tersebut.
Reporter : Ardi priana
Editor : IKA
#BPKRI







