TERDEPAN.CO.ID,BEKASI – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kota Bekasi tahun ini, bersiap untuk mengadakan Musyawarah cabang (Muscab), guna menentukan pucuk pimpinan tertingginya lima tahun ke depan yang lebih baik dan kembali bangkit dari keterpurukan saat ini.
Terkait siapakah calon pemimpin di partai berlambang Ka’bah kedepan pun mulai ramai dibicarakan, hingga muncul kabar bakal ada pergeseran orang nomor satu di partai tersebut, dari sebelumnya dijabat Sholihin kepada Dawam Mahfudz yang saat ini menjabat Sekretaris Umum DPC Kota Bekasi PPP.
Belum lama ini beredar polling dari sebuah situs www. pollingkita.com,tentang siapa calon ketua DPC PPP Kota Bekasi, tepatnya tertanggal 13 Januari 2021. Dari situs itu terdaftar dua nama pilihan, yakni H Sholihin dan Dawam Mahfudz.
Adapun dari total 218 orang yang berikan suara di polling itu, Dawam menang telak dengan total pemilih 208 suara atau 96 persen dibanding H Sholihin yang cuma mendapat 10 suara tersisa.
Saat dikonfirmasi, Dawam Mahfudz mengakui, dirinya sejauh ini belum memikirkan kearah tersebut, karena pembahasan terkait internal partai ini masih mempersiapkan kegiatan di tingkat PAC. Maka, terkait untuk jabatan DPC itu tergantung mereka.
“Jadi, penentu jabatan Ketua DPC itu kan semua tergantung PAC yang nanti merekomendasikan calonnya, dan saat ini memang belum kearah sana,” kata Dawam kepada Awak Media, Jum’at (22/1).
Namun demikian, saat ditanya soal kesiapannya untuk mengisi jabatan pimpinan partai. Dawan mengakui, kalau dirinya siap apabila memang dari pengurus PAC mendukungnya. Artinya, kesiapannya itu tergantung pada dukungan PAC kepadanya.
“Kalau bicara siap, ya kita siap-siap saja kalau memang temen-temen di PAC dukung. Artinya, kan kita dapat amanah ya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Dawam menyebut, jika sosok pimpinan partai yang saat ini diemban Sholihin itu buatnya tidak ada masalah, karena sosok anggota legislatif di DPRD Kota Bekasi yang dikenalnya itu bagus. Tapi namanya pemimpin pasti kekurangannya ada dan itu yang rasakan dari pengurus PAC.
“Saya pribadi menilai pimpinan kita (Sholihin) bagus ya, kalaupun soal kekurangan yang namanya orang kan pasti ada, semua itu yang tahu dan merasakan ya pengurus PAC,” ungkapnya.
“kalaupun ada keluhan dari internal, ya karena mungkin Belian lagi fokus untuk tugasnya sebagai dewan dan targetnya buat maju jadi calon Wali Kota,” sambungnya.
Intinya, Dawam menambahkan, jika partainya tetap solid dan siapapun kader dan pimpinan, apalagi punya keinginan sebagai kepala daerah itu harus didukung karena hal itu wajib bagi setiap kader PPP.
“Yang jelas saat ini memang harus ada pembenahan, karena target kita bagaimana kita mulai bulan depanĀ ini harus kelarin urusan PAC dan ranting. Dan ini kerjaan yang nggak mudah, maka kita juga sudah jalani beberapa pertemuan pengurus. Ya, harapannya kembali kerja-kerja dari partai tujuannya, sehingga target bisa tercapai,” tandasnya.
Seperti diketahui, di Pileg 2019 lalu suaranya anjlok dan kehilangan dua kursinya di DPRD Kota Bekasi yang di periode lalu 4 kursi menjadi cuma tersisa 2 kursi. Alhasil, Perwakilan partainya harus bergabung menjadi Fraksi Golkar Persatuan.
Reporter : Ardi Priana
#DPRDBekasi







