TERDEPAN.CO.ID,BEKASI – Krisis literasi lingkungan menjadi persoalan yang mendasar atas apa yang terjadi belakangan. Gambaran Q.S Surah Ar Rum (31): 41 menjadi landasan kuat mengapa bumi kita tak henti-hentinya dilanda musibah. Maka persoalan menjaga dan merawat alam sekitar kita harus dilakukan lebih ekstra lagi. Karena itulah kami Forum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Bekasi bekerjasama dengan PD. Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bekasi dan Alumni Magister Kesehatan Masyarakat mengadakan diskusi publik pada Minggu (14/02/2021).
Diskusi publik dengan tema “Generasi Digital untuk Keseimbangan Bumi di Masa Depan” dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Meeting dan diikuti oleh 110 peserta. Acara ini dipandu oleh Sherly selaku pembawa acara dan dinakhodai M. Jafar Shodiq sebagai ketua pelaksana.
Dalam pengantar yang disampaikan oleh ketua PD. Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bekasi Iskandar menyampaikan perlunya sinergitas generasi muda dalam mengedukasi dan mensosialisasikan tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar yang dimulai dari diri sendiri.
Selanjutnya diskusi dipandu langsung oleh Dian Sukmadeti, kader IMM Kabupaten Bekasi yang menimba ilmu di President University Cikarang.
Narasumber pertama adalah H. Buyung Iksal, beliau pernah menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Barat periode 2009-2014. Beliau mengatakan bahwa sekarang ini pertumbuhan penduduk bumi semakin meningkat hingga mencapai 7 (tujuh) milyar jiwa. Hal ini juga diiringi dengan meningkatnya suhu bumi yang diakibatkan oleh pembangunan rumah kaca dan terjadinya pemanasan global yang mengakibatkan berkurangnya sumberdaya alam hingga terjadi krisis pangan.
“Tidak hanya itu, peningkatan jumlah penduduk mengakibat peningkatan jumlah sampah yang memicu terjadinya banjir di beberapa daerah. Adapun solusi yang bisa dilakukukan untuk mengatasi persoalan yang diakibatkan kenaikan jumlah penduduk ini yaitu dengan cara pengaturan pembatasan jumlah penduduk, membuat program pembangunan rumah secara vertical, penggunaan teknologi yang ramah lingkungan serta membudayakan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle)”. Ungkap Buyung Iksal.
Selanjutnya narasumber kedua yakni Ikhwan Ridha Wilti menyampaikan “Berdasarkan hasil sensus penduduk 2020 sebagai besar penduduk indonesia di dominasi oleh generasi digital yang memiliki yang memiliki karakteristik ingin melakukan sesuatu secara cepat dan instan. Sebagai generasi yang mendominasi dunia saat ini perlunya memiki peranan aktif, apalagi sebagai agent of change untuk menjaga lingkungan dan mitigasi bencana di negara kita yang rentan terhadap resiko bencana”.
“Adapun yang dapat dilakukan generasi digital dalam menjaga lingkungan dan mitigasi bencana yaitu melakukan pencegahan melalui pendidikan lingkungan hidup, memberikan gagasan dan ide dalam pencegahan bencana serta melakukan gerakan moral kampanye menjaga lingkungan”. Tambahnya.
Narasumber ketiga yakni Hidayati menambahkan, “Berdasarkan data dari BNPB tercatat sebanyak 1.557 bencana yang terjadi di Indonesia yang mengganggu dan mengancam kehidupan dan penghidupan masyarat. Bencana tidak hanya terjadi karena fenomena alam semata tetapi terdapat bencana akibat perbuatan manusia seperti banjir, tanah longsor, pemanasan global dan lain sebagainya. Saya mengutip dari kumparan bahwasannya Indonesia menjadi penyumbang sampah terbesar dunia, untuk itu diperlukannya kesadaran masyarakat dalam meluruskan paradigma penanggulangan bencana yang dimulai dari behavior dan kepedulian masing-masing masyarakat itu sendiri terhadap lingkungan. Hal ini merupakan salah satu bentuk dari solve problem dari bencana yg diakibatkan dari perbuatan masyarakat itu sendiri”. Pungkasnya.
Kegiatan ini kemudian menghasilkan beberapa kesepakatan yang akan ditindaklanjuti dengan gerakan kaum mileni.
Reporter : Ardi Priana
#KabupatenBekasi







