HMI Bekasi, GNP Tipikor, P3B Kawal Pedagang Pasar Bantar Gebang

TERDEPAN.CO.ID,BEKASI -Para pdagang Pasar Bantar Gebang mendatangi Kantor Walikota Bekasi guna menanyakan perihal permasalahan yang terjadi di Pasar Bantar Gebang. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya para pedagang di temui oleh Kabid Pasar Bapak Endang Supratman. Dan dalam pertemuan tersebut  Endang meminta permohonan maaf atas semuanya. Endang mengatakan bahwa kami disini sifatnya menampung aspirasi dari para pedagang,Senin (01/03/2021).

Sekjen GNP TIPIKOR dalam uraianya mengatakan bahwa ,”segala bentuk apapun yang terindikasi korupsi yang terjadi di Bekasi bahkan Jawa Barat akan saya kejar,” Saya hanya pengawasan saja, kalau ada indikasi korupsi, mohon maaf pak,” kecil urusanya Pak,” saya bukan mau mencari kesalahan tapi mau meluruskan permasalahan. Saya mau membantu masyarakat, membantu para pedagang Pasar. Tolong koordinasikan dengan Kepala Dinas. Kata Sekjen GNP Tipikor.

Bacaan Lainnya

Mulyati perwakilan dari Pedagang Pasar Bantar Gebang mengatakan bahwa  kami menuntut hak kami sebagai pedagang, kami punya kontribusi 20th, kalau dianggap kami habis di th 2019, kenapa kontribusi masih berjalan sampai sekarang.kami pedagang exis yang mempunyai surat kenapa kami dibuang. Kami tidak mendapatkan tempat untuk penampungan. Kalau kami mendapatkan kami harus bayar dengan ngontrak 17jt hanya dengan ukuran 1’2mx1,5m, sedangkan aturan dari Disperindag adalah gratis unruk pedagang yang exis.

“Tolong kami di perhatikan, “ungkapMulya

Wawan kader HMI menegaskan, ditempat yang sama para mahasiswa yang tergabung dalam himpunan Mahasiswa Islam(HMI) turut prihatin atas ketidak adilan yang terjadi di Pasar Bantar Gebang.

Para Mahasiswa  Menegaskan Bahwa dari Tahun 2019 s/d 2020 Jangan Pernah Bermain- main Terhadap Pasar Bantar Gebang ini. Karena Apabila tidak ada solusi kami dari Mahasiswa akan datang dan turun lebih banyak lagi untuk mengawal para pedagang Pasar Bantar Gebang,” Hidup Rakyat,” seru Wawan kader HMI Cabang Bekasi.

Ketua Harian AWPI (Rendi) Menegaskan, bahwa dalam rangka menjalankan UU Pers No 40, yang mana kami berkewajiban mengontrol untuk kebijakan-kebijakan Pemerintah. Tepatnya Pemerintah Kota Bekasi yang terkait dengan Pembangunan Pasar Bantar Gebang.

Adapun tuntutan tersebut yakni,

  1. Kami meminta pengurangan harga 50% dari harga yang sudah ditetapkan oleh Pt Javana
  2. Meminta Pak Walikota mengeluarkan uji kelayakan bangunan
  3. Meminta kepada Walikota, Supaya pedagang lama(pedagang existing) untuk mendapatkan haknya terhadap TPS tanpa ada pungutan dalam bentuk apapun
  1. Meminta agar Pedagang Lama di Kembalikan Haknya, jangan sampai kios yang mereka punya di perjual belikan kepada orang lain.

“Kalau tidak terlaksana  kami akan menempuh Jalur manapun sesuai dengan Koridor yang ada,”pungkas Rendy.

 

Reporter : Ardi Priana

Editor : IKA

#HMIBekasi

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait