Usai di Pecat, Alexander Khairawa Sopir PT Five Brother Mencari Keadilan

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Alexander Khairawa karyawan sopir PT Five Brother mengaku dipecat, perusahaannya setelah Dirinya meminta ABK (kernek) yang biasa membantunya bongkar muat barang dalam mobil kontainer yang biasa dibawanya, Senin (01/03/21).

Ia mengaku sudah bekerja selama 7 tahun di tempat kerjanya CV. Five Brother yang berada di kawasan industri Batu Ampar dengan upah harian sebesar  Rp 120.000 setelah dipotong Rp. 5 000 untuk pembayaran BPJS Kesehatan.

Bacaan Lainnya

Menurut pengakuannya, kronologi awal Dirinya diberhentikan dari pekerjaannya, sesaat setelah Ia menyampaikan unek-uneknya tentang kernek yang berkurang dari sebelumnya yakni  dari 2 orang hingga tinggal 1 orang, paska adanya pandemi  dengan volume dan jam pekerjaan yang sama.

“ Tadinya Saya sampaikan kepada pimpinan untuk menambah ABK seperti semula, dimana tadinya 2 orang tinggal 1 orang dengan alasan pekerjaan saya yang berat dengan volume dan waktu yang sama, apalagi pesanan saat itu lagi banyak –banyaknya, Saya bilang Saya capek, namun saat itu juga malah Dia bilang tidak bisa dan menyuruh Saya untuk esok hari tidak usah masuk kerja lagi, “terangnya.

Alex dalam pengakuannya juga menegaskan, saat Dirinya diminta untuk tidak masuk kerja lagi, pihak perusahaan CV. Five Brother juga tidak memberikan upah terakhir yang semestinya dibayarkan berikut dengan pesangon dan surat pemberhentian kerja.

“ Gaji Saya yang terakhir sampai saat ini juga tidak dikeluarkan, “tuturnya.

Tak hanya itu, Alex juga menuturkan bahwa proses penggajian CV. Five Brother terhadap karyawannya selain tidak mengikuti upah UMK Kota Batam juga tidak menggunakan slip gaji (kwitansi) serta dengan waktu yang melebihi dari jam yang dianjurkan oleh Disnaker Kota Batam selama 8 jam tanpa dihitung lembur yakni dari mulai pukul 08.00 sampai pukul 18.00 wib.

Lanjutnya, selama 7 tahun bekerja Ia mendapatkan upah dari Five Brother  mulai dari gaji harian Rp. 90.000 perhari selama 4 tahun dan 2 tahun belakangan hingga Dirinya dikeluarkan baru mendapatkan upah Rp 125.00 dengan potongan Rp. 5000 untuk BPJS.

“Awalnya sih dibayar Rp 90.000 perhari sekarang-karang ini saja Saya dibayar Rp 125.000 dan dipotong 5.000 untuk BPJS.

Dalam pengakuan berikutnya, dalam pembayaran gaji ada uang lembur diatas jam kerja 18.00 wIb serta uang kerajinan dan pulsa, dan apabila tidak masuk itu akan dipotong dan tidak dibayarkan, “bebernya.

Alex dalam wawancaranya meminta, dengan adanya unggahan berita ini, pihak perusahaan mau membayarkan uang gajinya dan hak-haknya sesuai dengan aturan yang berlaku dan diatur oleh uu keternagakerjaan dan mendapatkan perlindungan yang semestinya dari instansi terkait dan kedepannya hal yang sama tidak akan terulang lagi kepada para pekerja.

Dalam penelusuran TERDEPAN saat berkunjung ke lokasi CV. Five Brther di Batu Ampar, Tim tidak melihat adanya plank nama perusahaan yang dipasang  di pintu masuk, hanya nampak kegiatan para pekerja yang menyusun tumpukan kardus ke mobil container dan kebenaran tentang waktu bekerja selama 10 jam serta gaji harian juga dibenarkan oleh pekerja yang ada disana.

“ Kami bekerja pukul 08.00 wib sampai pukul 18.00 wib tanpa dihitung lembur, untuk gaji Saya harian sebesar Rp. 90.000, “jelas Mbak yang bekerja menyortir Telur.

Alex sendiri saat ini setelah dirinya dipecat menganggur dan mempecayakan kasusnya kepada kuasa hukumnya, Edward Komaleng, SH untuk membantu menangani perkaranya dengan CV. Five Brother.

Ditemui ditempat terpisah, kuasa CV.Five Brother yang memiliki surat kuasa khusus wawancara dengan TERDEPAN dari perusahaan tersebut, mengakui pembayaran tanpa slip gaji tersebut benar adanya dan pihak perusahaan selama ini melakukan penggajian justru melebihi jumlah UMK Batam, walaupun hitungannya gaji karyawannya secara harian dan dipembayarannya dilakukan  setiap bulan, setelah dihitung secara keseluruhan termasuk uang pulsa dan uang kerajainan serta BPJS.

“ Ya benar, tidak ada slip gajinya namun kami perusahaan sudah melakukan pembayaran sesuai UMK , malah lebih setelah dilakukan penghitungan tiap bulannya,”terangnya.

Kuasa hukum CV. Five Brother Pohan,SH dan Naga Suyanto, SH juga menegaskan pihak perusahaan telah membayarkan BPJS kepada karyawannya secara gratis, yang hal ini justru berbanding terbalik dalam pengakuan Alex yang mengaku gajinya dipotong Rp. 5000 perharinya, (23/02/21).

Pohan juga menyampaikan terkait kasus Alex juga sudah dilakukan mediasi bahkan sudah tercatat di Disnaker Propinsi maupun Kota Batam yang rencananya akan digelar pada tanggal 8 Maret 2021 mendatang.

Diketahui CV. Five Brother sendiri bergerak dalam bidang distribusi sembako sekaligus sebagai penyalur sembako Bansos binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam (Disperindag).

Redaksi

#CVFiveBrother #DisnakerBatam

#DisnakerPropinsi #DisperindagBatam

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait