Menyedihkan, Ambil Vidio Saat Razia PKL oleh Tim Gugus Tugas, Wartawan Kena Maki Oknum Satpol PP dan TNI

  • Whatsapp

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Tim Gugus Tugas Covid19 Kota Batam melakukan razia malam terhadap para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di depan Vihara Buddha Maha Vihara Duta Maitreya  dengan mengangkut kursi dan meja yang dipakai berjualan yang dianggap menimbulkan kerumunan dan beroperasi lewat jam yang telah ditentukan, Kamis (11.30) wib.

Sayangnya razia malam ini diwarnai hal hal yang kurang pantas dan tidak menyenangkan, karena tindakan dan arogansi oknum Tim Gugus Covid19 berseragam Satpol PP dan oknum berseragam Loreng dengan perkataan yang kasar dan tidak santun kepada pewarta yang sedang melaksanakan tugas peliputan pada saat mengabadikan momen tersebut melalui rekaman video.

Bacaan Lainnya

Oknum tersebut seolah enggan, ada seseorang yang menvidiokan semua kegiatan tersebut dengan alasan harus ijin terlebih dahulu kepada Kabid Trantip atau ketua Tim Gugus Tugas Covid19, walaupun Tim TERDEPAN sudah menyampaikan berprofesi sebagai wartawan dan sedang melaksanakan tugas peliputan, namun oknum Satpol PP yang berperawakan tinggi besar yang tak sempat diketahui namanya tersebut tetap pada pendiriannya dengan nada tinggi dan lantang, seolah sengaja mengundang perhatian khayalak ramai untuk menjadi tontonan dan mengundang teman-temannya untuk mengeroyok dengan pembicaraan yang mengintervensi.

Sikap Oknum Satpol PP dan oknum TNI ini dinilai sangatlah arogan bahkan dengan nada yang menghina profesi wartawan, padahal dalam menjalankan tugasnya dibekali surat tugas dan tanda pengenal serta dilindungi UUD Pers no 40 tahun 1999.

“Mbak dari mana, ngapain ambil video, mau wartawan atau tidak jangan sembarangan ambil video, mau ijin dulu, ngomong dulu sama Ketua atau Kabid,”terangnya.

Sedangkan Oknum berseragam Loreng yang menurut informasi dilapangan dari Koramil Batam Kota yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Covid19 dan tidak diketahui namanya tersebut, justru mengucapkan kata-kata penghinaan profesi Wartawan yang tak sepantasnya diucapkan oleh abdi negara yang menjadi pengayom masyarakat.

“Wartawan Bangsat, Wartawan Tai (Red.Kotoran), serunya sambal berlalu seolah tanpa mengindahkan etika kepatutan dengan suara menghina.

Pada saat bersamaan, salah satu Tim Gugus Tugas Covid19  yang memakai Jilbab, seolah melerai perdebatan dengan menyampaikan boleh meliput dan tidak mempermasalahkan hal tersebut berbanding terbalik dengan yang disampaikan oleh oknum Satpol PP dan oknum TNI.

Saat dikonfirmasi kepada Kabid Trantib Satpol PP Kota Batam, Salim melalui sambungan telepon, Ia menyampaikan tidak ada himbauan kepada bawahannya untuk melarang wartawan meliput baik pengambilan video maupun gambar, justru pihaknya mengandeng wartawan dalam penyebaran informasi kepada masyarakat.

“Kami tidak pernah melarang kegiatan kami diliput, malah kita juga ada mengajak wartawan untuk liputan, tapi kalau soal ada sikap arogan dari oknum satpol PP, Saya akan lakukan koordinasi dan konfirmasi kenapa hal ini bisa terjadi, nanti saya akan koordinasi dengan pak Camat Batam Kota, “jelasnya melalui sambungan telepon.

Pantauan dilapangan, saat terjadi perdebatan, Tim Gugus Tugas Covid19 yang jumlahnya relatif  banyak, justru berkumpul secara bersamaan disatu tempat tanpa mengindahkan jaga jarak, yang diantaranya malah memvidiokan momen perselisihan, padahal sebelumnya pewarta justru dilarang mengambil video.

 

Redaksi

#GugusTugasCovid19

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait