TERDEPAN.CO.ID,TRENGGALEK Isiden peledakan tebing batu breksi di dusun Winong RT 13 dan 14 berimbas pada sejumlah rumah warga, namun pada proses pendataan kerusakan ada data yang tidak singkron antara PPK Bendunga Bagong dan pihak desa Sumurup. Menurut data dari PPK Bendungan Bagong kurang lebih ada 7 rumah rusak sedang akibat insiden ini. Sementara dari pihak desa mengklaim ada 9 rumah rusak sedang dan 11 rusak ringan.
PPK Bendungan Bagong Budiono menjelaskan, ada dua kali peledakan tebing bantu breksi. Peledakan pertama dengan jumah 10 lubang di tebing tidak ada masalah, tapi pada ledakan kedua malah ada insiden.
” Peledakan kedua dengan 6 lubang malah terjadi insiden,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon Minggu (08/08/21).
Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, PPK menemukan kejanggalan yaitu para warga malah membawa bantuan dari sawah dengan ukuran lebih besar kemudian di foto.

” Saya merasa bingung dengan maksud warga, suasana sempat tidak kondusif, ” tuturnya.
Budiono mengungkapkan proses peledakan tebing sudah sesuai SOP, kemungkinan insiden ini terjadi lantaran jenis batu dan ketinggian tebing berbeda pihaknya akan melakukan evaluasi untuk pengerjaan proyek bendungan lebih hati hati.
Sementara Kepala Desa Sumurup Budianto mengungkapkan, setelah kejadian ini pihaknya dan PPK Bendungan Bagong melakukan mediasi. Dalam mediasi warga menuntut ganti rugi dari PPK sesuai kerusakan. Kawasan terdampak peledakan berada di areal pembebasan lahan, masuk paguyuban griya mulya.
” Alhamdulillah PPK bersedia ganti rugi segala bentuk kerusakan,” tuturnya.
Reporter : Bagus Alfianto
#DamBagong







