Masyarakat Kurang Setuju jika PPKM di Kepri Diperpanjang

Folo Oto Duha Tukang Parkir di Cikitzu Belian Batam Centre

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terhadap kebijakan pemerintah untuk mempersempit pergerakan kegiatan aktifitas masyarakat dalam rangka menekan penyebaran Covid19 sangat dirasakan oleh masyarakatk pada umumnya, khususnya masyarakat kecil seperti para pedagang asongan, tukang parkir dan pemilik kedai makanan yang ada diBatam Kepulauan Riau.

Dari penulusuran Tim TERDEPAN masyarakat merasa sudah sangat tertekan dengan adanya pembatasan PPKM Level IV yang akan diperpanjang lagi hingga tanggal 16 Agustus 2021 ini. Namun hal ini berlaku hanya di Jawa dan Bali sesuai pernyataan resmi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsaar Panjaitan di canal youtube Seketariat Kepresidenan, Senin, (09/08/21).

Bacaan Lainnya

Selain menurunnya pendapatan ekonomi, banyak masyarakat yang mengeluhkan tidak bisa beribadah dengan leluasa dan bebas seperti sedia kala sebelum adanya PPKM yang diberlakukan pemerintah.

Folo Oto Duha lelaki asal Nias ini mengaku tidak setuju apabila PPKM Level 4 juga diberlakukan di Kepri. Namun Dirinya akan tetap terus mendukung kebijakan pemerintah, apabila PPKM Level 4 ini diperpanjang, walaupun terasa berat olehnya.

“Kami sebenarnya tidak setuju PPKM diperpanjang, namun demikian kita ikut pemerintah karena kami masyarakat biasa tidak berdaya. Dan apabila PPKM diperpanjang kami berharap pemerintah memperhatikan kami sebagai orang susah dan memberikan kelonggaran sehingga kamipun bisa berusaha , bisa bebas bekerja, melaksanakan ibadah dengan tetap memperhatikan prokes yang telah ditentukan, “pintanya, Selasa (10/08/21).

Pantauan dilapangan aktifitas masyarakat masih nampak terlihat lancar walaupun tidak seramai sebelum wabah Covid19 melanda.

Redaksi

#PPKMLevel4

TERDEPAN TV

Pos terkait