Sepi Pembeli Penyewa Tenan Bandara Hang Nadim Tutup Kain Hitam

Tenan ditutup kain hitam karena sepi pembeli

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Dampak adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bandara Hang Nadim Kepulauan Riau juga berpengaruh kepada para penyewa tenan (kios) yang ada di area dalam kawasan Bandara.

Hal ini nampak terlihat betapa sepinya keadaan tenan yang nampak tertutup dan hanya waktu tertentu dibuka dikarenakan sepinya para penumpang yang datang maupun yang akan berangkat.

Bacaan Lainnya
kios Polo Tutup selama setahun di masa pandemi karena sepi pembeli (Foto istimewa)

Bandara Hang Nadim yang semula sebelum adanya wabah covid19 melanda secara nasional dan dunia, pernah tercatat mampu melayani arus penumpang berangkat dan kedatangan baik lokal maupun internasional, perhari mencapai 7000 hingga 11.000 penumpang disaat hari besar dan hari liburan, seperti hari raya Idul Fitri dan Natal serta tahun baru.

Baca Juga

https://www.terdepan.co.id/2021/08/11/terparkir-di-apron-hang-nadim-pesawat-air-asia-di-carter-angkut-warga-philipina/

Bambang MGR Ops Bandara Hang Nadim dalam keterangannya dikantornya saat dijumpai Tim TERDEPAN menegaskan, sepinya tenan ini berlangsung selama pandemi Covid19 dan hal ini berdampak sangat signifikan terhadap pendapatan kas Bandara.

“ Dampaknya sangat luar biasa terhadap pemasukan karena para penyewa tenan ada yang juga mengembalikan kios sewa tenannya karena tak sanggup membayar, karena sepinya pembeli walaupun ada kebijakan kelonggaran sewa pembayaran sampai 50 persen”.

Kios yang nampak tutup di Bandara karena sepi pengunjung

Ia menjelaskan saat ini tenan yang masih bertahan hanya tinggal separonya saja dari jumlah yang ada.

Bambang menegaskan dampak berkurangnya pemasukan pendapatan Bandara Hang Nadim juga berpengaruh terhadap kebijakan pengurangan energy lampu yang ada untuk mengurangi beban listrik dan AC.

“ Kita saat ini menghemat energy listrik dan AC tidak seperti dulu full, hanya kita nyalakan saat diperlukan saja dan ada penumpang, “paparnya.

Menurutnya, dampak penguarangan pendapatan juga berpengaruh terhadap pengurangan karyawan yang ada di Bandara Hang Nadim Batam untuk sementara waktu.

“Sebagian karyawan ada yang dirumahkan, work from home dulu samapai keadaan stabil, “tutur Bambang dengan mimik sedih.

Pantauan di lapangan deretan tenan banyak yang ditutup kain hitam begitupula dengan kios juga telah ditutup hanya dibuka pada saat tertentu sedangkan tempat ruang tunggu penumpang lampu mati dalam keadaan gelap hanya dinyalakan saat ada penumpang saja.

 

Redaksi

#BandaraHangNadimBatam

TERDEPAN TV

Pos terkait