Lahan Eks Tambang Timah di Lingga Belum Tersentuh Reklamasi

  • Whatsapp
Foto Agustiar Kabid PPLH bersama Jurnalis terdepan.co.id (f:trimo)

TERDEPAN.CO.ID, LINGGA- Wajah pulau seluas 829 km2 porak poranda. lubang- lubang yang menganga bekas tambang timah yang bertebaran di seluruh Pulau Singkep yang dalamnya belasan meter. Kolong-kolong yang menyerupai danau.

Pusat-pusat Penambangan Timah
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS Kabupaten Lingga dalam Kecamatan Singkep Dalam Angka Tahun 2007/2008, jumlah kolong besar dan kecil di Pulau Singkep sebagai bekas pusat penambangan timah berjumlah lebih kurang 41 buah. Jumlah itu tersebar di daerah Kebun Niur, Air Panas dan Singkep Barat.

Bacaan Lainnya

Penambang tradisional yang dilakukan masyarakat lokal masih melakukan aktivitas. Meskipun, beroperasi secara ilegal mereka tetap menggantungkan hidup mereka pada kegiatan pertambangan timah, hal itu tentunya menyebabkan timbulnya lubang-lubang kecil yang baru.

Dinas Lingkungan Hidup Kepala Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) , Agustiar menjelaskan mengenai lahan bekas tambang atau eks tambang perusahaan maupun tradisional.

“Jika lahan bekas tambang atau eks tambang tersebut kepemilikan masyarakat maka Pemerintah daerah berhak melakukan reklamasi, jika eks tambang tersebut sudah di beli pihak ketiga atau perusahaan maka pemerintah tidak bisa melakukan reklamasi melainkan hanya bisa menyurati ke perusahaan. Terkait dengan penambangan tradisional yang dilakukan masyarakat setempat secara ilegal hanya melakukan galian kecil dan terus berpindah tidak seperti atas kendalinya perusahaan,”jelasnya Kamis (30/01/21).

Ia juga mengatakan bahwa sampai saat ini di Kabupaten Lingga belum ada lahan eks tambang yang sudah ataupun sedang di reklamasi.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga, Datok H Ir Muhammad Ishak sebagai pencetus museum timah mengharapkan dengan adanya musium serta peninggalan timah tesebut bisa membangkitkan motivasi masyarakat untuk menggali potensi lain seperti halnya di sumatera barat mengelola bekas tambang batu bara di Kabupaten Sawahlunto yang menjadikan wisata utama, bekas tabang di pelihara dilestarikan sehingga menjadi objek wisata yang sangat menarik di Sumatera Barat yang bisa dijadikan contoh.

Sementara itu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lingga belum mengetahui berapa titik lahan eks tambang yang di miliki pihak ketiga atau perusahaan.

 

Reporter : Trimo 

TERDEPAN TV

Pos terkait