Program Travel Bubble Dibuka Gubernur Ansar Minta Segera Siapkan Fasilitas TCM Di Bandara Hang Nadim

Junaidi Kepala Dinas Perhubungan Kepri

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Program travel bubble di Kepri dibuka , khususnya untuk wilayah Batam dan Bintan, Gubernur Kepri , H Muhammad Ansar meminta segala bentuk kesiapan terutama di bandara dan pelabuhan yang menjadi akses utama keluar dan masuknya turis mancanegara harus segera dilakukan.

Menurutnya, kesiapan Kepri dalam menyambut wisman yang di putuskan oleh Satgas Covid-19, diantaranya adalah bandara Hang Nadim Batam yang ditunjuk untuk melakukan pelayanan wisman dan PMI.

Bacaan Lainnya

“Pelabuhan laut Nongsa Batam untuk wisman dan PMI, pelabuhan Batam Centre melayani PMI dan pelabuhan BBT Lagoi melayani Wisman,”terangnya.

Kepala Dinas Perhubungan Junaidi meminta agar semua manajemen bandara dan pelabuhan yang ditunjuk tersebut segera menyiapkan segala kesiapan untuk supaya bisa segera menerima kedatangan wisman. Adapun yang harus disiapkan adalah terkait alat-alat penunjang protokol kesehatan seperti alat Tes Cepat Melekurel (TCM) sebagai pengganti PCR dan lainnya.

Ia menjelaskan, jika PCR hasilnya harus menunggu hingga 8 jam, maka dengan TCM akan diketahui hasilnya hanya dalam waktu 1 jam. Dan alat ini diminta harus segera disiapkan di setiap bandara dan pelabuhan yang telah ditunjuk.

“Untuk Bandara RHF Tanjungpinang pada dasarnya sudah siap melayani, namun untuk sementara fokus di Hang Nadim Batam. Kita akan evaluasi, jika ternyata wisman yang datang lewat Hang Nadim membludak barulah RHF kita fungsikan,” kata Junaidi.

Junaidi juga menyayangkan, Bandara Hang Nadim sampai saat ini belum menyediakan alat TCM yang diperlukan tersebut. Padahal hal tersebut menjadi syarat penting untuk program dibukanya travel bubble ini.

“Bandara Hang Nadim ini kan dibawah pengelolaan BP Batam. Seharusnya segala fasilitas dan sarana prasarananya agar segera dipersiapkan. Pemprov Kepri dalam hal ini tetap melakukan pengawasan melalui Satgas Covid-19,” kata Junaidi, Minggu (17/10).

Dirinya menegaskan, untuk mensukseskan program travel bubble yang diyakini akan mampu menjadi sumbu hidupnya kembali pariwisata di Kepri, maka diperlukan kerjasama semua pihak. Baik pemerintah kabupaten/kota dan perangkat daerah terkait.

“Masing-masing bekerja sesuai dengan kapasitasnya berdasarkan tupoksi masing-masing. Untuk bandara apa yang harus disiapkan agar segera dilakukan, begitu juga di pelabuhan hingga ke area wisata yang menjadi tujuan. Jadi tidak ada siapa menunggu apa yang harus dibuat. Begitu pesan Gubernur,” kata Junaidi.

Sebagaimana diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, bahwa ada 19 negara yang nantinya diizinkan masuk ke Indonesia.

Negara-negara tersebut meliputi Saudi Arabia, United Arab Emirates (UAE), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Lichtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Daftar 19 negara yang masuk ke Indonesia ini hanya berlaku khusus untuk penerbangan langsung ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri).

Untuk di Kepri, Bandara Hang Nadim yang berada di Kota Batam, dan satu lagi Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Reporter : Ose

Editor : IKA

 

#PemrovKepri#BandaraHangNadimBatam

 

TERDEPAN TV

Pos terkait