Masyarakat Kecewa, Proyek Irigasi di Cipayung dengan Anggaran Ratusan Juta Diduga Tidak Tepat Sasaran

  • Whatsapp
Diduga proyek peningkatan jalan di tanggul irigasi di kampung Bendungan Rt.001 Rw.006 Desa Cipayung kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi diduga tidak tepat sasaran

TERDEPAN.CO.ID,BEKASI – Diduga proyek peningkatan jalan di tanggul irigasi di kampung Bendungan Rt.001 Rw.006 Desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi ttidak tepat sasaran.

Proyek yang didapat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Tarkim) Kabupaten Bekasi ini telah disoroti berbagai kalangan, Senin (22/11/2021).

Bacaan Lainnya

Pasalnya, Pembangunan jalan tanggul irigasi yang dikerjakan oleh CV. Mandiri Multi Usaha, dengan anggaran, Rp.190.686.700.00, dinilai masyarakat kurang etis karena menggunakan paving blok apalagi tanahnya yang rawan longsor.

Pembangunan jalan tanggul irigasi yang dikerjakan oleh CV. Mandiri Multi Usaha, dengan nilai anggaran, Rp.190.686.700.00, kurang etis Untuk menggunakan paving blok karena tanahnya Yang Rawan longsor

Hal Ini mendapat tanggapan warga yang tidak mendukung kegiatan tanggul mengunakan paving blok karena jalan tersebut sering digunakan mobil besar seperti mobi Truk.

Warga yang bernama Komeng umur (30) tahun mengungkapkan rasa kecewa dengan adanya pembangunan jalan di tanggul irigasi tersebut yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Iya Kurang etis, karena jalan itu jalan umum bukan jalan gang. Saya selaku warga sangat kecewa adanya kegiatan peningkatan jalan pakai paving karena inikan bukan untuk jalan taman dan lagi pula kegiatan peningkatan jalan menggunakan anggaran APBD harus bermanfaat untuk masyarakat banyak pada khususnya serta pada umumnya,”terangnya.

“Kalo tetap dipaksakan bisa-bisa seminggu sudah hancur, bahkan jalan yang memakai paving harusnya dicor agar lebih kuat namun hal ini tidak,”ucapnya.

Papan Pengumuman pembangunan proyek Irigasi oleh Dinas Perkim Bekasi

Menurutnya, hingga beruta ini diunggah para pengawas yang menangani proyek tidak satupun bisa dihubungi melalui telepon seluler.

Lanjutnya, ironisnya konsultan dan pengawas yang menangani proyek ini tidak berada dilokasi saat pekerjan berjalan dan sudah dihubungi lewat seluler dimintai komentarpun tidak ada yang mau angkat.”tuturnya kecewa.

Dalam kesempatan ini, Ketua LSM Sniper Indonesia Provinsi Jawa Barat Haji Jamaludin juga memberikan pendapat bahwa proyek tersebut tidak sesuai dengan harapan masyarakat, apalagi jalan umum seharusnya di cor dan apabila menggunakan paping blok tidaklah tepat.

“Harus ditinjau ulang dan di evaluasi lagi pekerjaannya dan dalam hal ini  dinas terkait  harus bertanggung jawab karena masyarakat menolak.”pungkasnya.

Editor : IKA

Reporter : Achmad Buchori

#DinasPerkimBekasi

 

TERDEPAN TV

Pos terkait