TERDEPAN.CO.ID-ASAHAN– Sebagai generasi penerus bangsa dengan berdarah Jawa, mas Yono yang beralamat di jalan Langsat, Kelurahan Sentang, Kisaran Timur, Asahan merasa terpanggil untuk melestarikan seni budaya, mengingat saat ini banyak dari generasi muda yang tidak kenal dengan seni-budaya.
Mas Yono menjelaskan, bagaimana muasal berdirinya Reog Gembong Bawono dibentuk hingga saat ini banyak di kenal oleh masyarakat di Asahan.
“Sebenarnya reog ini sudah ada sekitar lima tahun yang lalu kami rintis, namun dikarenakan hal-hal yang banyak keterbatasan sehingga pergerakannya agak berjalan di tempat, sekarang, Alhamdulillah kami bisa mengupayakan bagaimana Reog Gembong Bawono ini bisa kami perkenalkan kepada masyarakat luas,” ucap mas Yono di Balai Sanggar Keseniannya, hari Jum’at (28/01/2022) pukul 21.00 WIB.
“Disini perlu kami sampaikan juga ke kawan-kawan media, jika Reog Gembong Bawono juga sudah mengantongi izin usaha dengan nomor NIB : 1252000111917, dan diresmikan secara umum pada tanggal 02 Februari 2021 yang lalu, yang dihadiri oleh Bapak H. Surya BSc sebagai Penasehat dari group Reog Gembong Bawono ini, juga dihadiri oleh Bapak Kolonel INF. Igit Dono Lego/KabintalDam I/BB, yang mana kehadiran dari Igit Dono Lego adalah sebagai pembina kami di Reog Gembong Bawono ini, selain itu kegiatan peresmian juga di hadiri oleh beberapa kepala Dinas dan seluruh Camat se-kabupaten Asahan,” papar mas Yono dengan antusias.
Sementara hasil pantauan dilokasi sanggar Reog Gembong Bawono, walaupun terkesan tidak mewah namun sanggar Reog Gembong Bawono ini sudah mampu memiliki sanggar sendiri, sehingga seluruh kader generasi bangsa yang cinta kebudayaan bisa lebih leluasa untuk mengekspresikan bakat seni budayanya, maka sudah selayaknya kita sebagai masyarakat di kabupaten Asahan ini merasa bangga dengan prestasi yang sudah dicapai oleh mas Yono.
Sebagai generasi muda dari suku Jawa yang berada di Asahan, sudah patutnya memberikan apresiasi kepada mas Yono dan kawan-kawan, mengingat berkat kegigihan mas Yono dan kawan-kawan untuk tetap mempertahan serta melestarikan kebudayaan kita, sehingga kita masih bisa menikmati kebudayaan Jawa di kabupaten Asahan.
Sementara ditempat yang sama, Mas Anto yang saat itu mendampingi mas Yono menjelaskan, bahwa budaya Reok yang Ia jalankan saat ini sudah mendarah daging di Dirinya yang dilakukan sebagai warisan turun temurun keluaganya yang dikembangkan di Kabupaten Asahan.
“Jika bukan kita yang memelihara dan menjaga kelestarian budaya bangsa ini siapa lagi bang, dan saya pribadi yang memiliki darah Jawa apalagi orangtua saya dulunya berprofesi sebagai Dalang digrup wayang masa itu, sudah tentu darah seni dari orangtua mengalir di tubuh saya, sehingga saya merasa terpanggil untuk tetap melestarikan kebudayaan kita di kabupaten Asahan ini,” ucap mas Anto.
Ia berharap, sanggar Reog Gembong Bawono yang dibawah pimpinan mas Yono bisa terus berkiprah dimasyarakat dan mendapat tempat di hati masyarakat luas terkhusus masyarakat kabupaten Asahan.
“Harapan dari seluruh pengurus Seni Budaya Reog Gembong Bawono kepada Pemkab Asahan, semoga tidak pernah jenuh dalam memberikan dukungan dan bimbingannya, sehingga Seni Budaya dari Reog Gembong Bawono bisa terus berkiprah menunjukkan jatidirinya ke seluruh jagat Nusantara,”tutupnya.
(Supri Agus) Editor : IKA #ReogGembongBawono







