Masyarakat Dusun Tasik II(dua) Kecewa Melihat Program Pembangunan Dinas PU/PR Labusel

Gorong-gorong yang rusak

TERDEPAN.CO.ID LABUSEL- Berdasarkan informasi dari  Masyarakat ada sebuah bangunan gorong gorong yang berada di ruas jalan dari Desa Asamjawa kecamatan torgamba  menuju Dusun Tasik II (dua)Desa Pasir Tuntung Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Minggu (30/01/2022).

Berdasarkan informasi tersebut, sejumlah awak media bergegas hari itu juga menuju ke lokasi untuk membuktikan kebenaran apakah benar informasi yang di dapat dari masyarakat tersebut.

Bacaan Lainnya
Plang pekerjaan proyek

Berdasarkan Pantaun TERDEPAN, di lokasi ada dua jenis pekerjaan yakni pekerjaan pengaspalan jalan yang di kerjakan CV Kasika Maju senilai Rp 495.233.700.00 Sumber Dana APBD.TA 2021 sebagai mana yang tertera di plang proyek dan pekerjaan pembuatan Gorong-gorong di lokasi yang sama, diatas ruas jalan dikerjakan di awal Nopember 2021.

Sementara Gorong-gorong tersebut dikerjakan di bulan Desember 2021 dengan kondisi bangunan sudah retak-retak baru umur 1 bulan.

Anehnya setelah diteliti pihak rekanan penyedia barang dan jasa, yang membangun gorong-gorong tersebut tidak di campur material batu kerikil.

Dan lebih mirisnya, pekerjaan gorong-gorong tersebut yang hampir sama dengan pekerjaan pengaspalan lebih dahulu selesai pekerjaan pengaspalannya dari pada pekerjaan Gorong-gorong.dan lucunya dilokasi tersebut proyek pembangunan Gorong-gorong tersebut tidak ada plang proyeknya.

“Apakah satu judul dengan proyek pengaspalan atau hanya berupa penambahan saja untuk saluran pembuangan air,walaupun benar demikian anehnya kenapa paritnya belum ada pada kiri kanan jalan tersebut dan sampai sekarang, Saya tidak paham dan masih bingung tentang pekerjaan tersebut,”terang beberapa warga dilokasi saat dijumpai TERDEPAN.

Rambe salah satu masyarakat Dusun Tasik II (dua)saat di Wawancarai, mengaku , kecewa dengan hasil bangunan tersebut.

“Dilihat dari kondisi fisiknya bangunan tersebut tidak sesuai bestek, sedangkan biaya pembangunan gorong-gorong tersebut diperkirakan sekitar 50 juta sudah bagus sekali,”sebutnya.

Ia mengatakan, bangunan tersebut kalau Saya amati campuran semennya tidak sesuai dengan yang di harapkan sehingga kwalitasnya jelek sekali.

“Saya berpendapat campurannya lebih banyak pasir daripada semennya, sehingga Gorong-gorong tersebut rapuh dan tidak kokoh baru berumur 1 bulan sudah jebol dilintasi kendaran yang hilir mudik keluar masuk dan melintas di jalan tersebut, padahal kendaraan yang melintas jalan ini tiap hari tidak lebih muatan dari 5 ton, bahkan rata-rata muatannya paling banyak 2 ton, “bebernya.

Salah seorang supir Truk Coldiselt yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, sangat perihatin meihat kondisi bangunan Gorong-gorong.

“Kami para pengguna jalan baik yang memakai sepeda motor dan saya salah satu nya yang melintas membawak Truk Coldiselt terpaksa kendaraan truk yang saya kemudikan masuk melintasi di kebun kebun sawit milik masyarakat dan kondisi sperti ini tidak bisa di biarkan sampai lama,”ujarnya.

Dikhawatirkan, apabila pemilik lahan tersebut menutup nya atau di larang melintasi lahan kebunnya,dari mana masyarakat lain yang ada  dalam mau lewat keluar dan yang di luar mau masuk,”imbuhnya.

Harapan Saya, Bupati Haji Edimin turun kelapangan, selain itu supaya ke depan lebih hati-hati lagi dalam menjalin kerja sama dengan pihak rekanan penyedia barang dan jasa.

“Saya meminta selaku dari masyarakat kira nya pihak rekanan penyedia barang dan jasa yang tidak bertanggung jawab di dalam pekerjaan di beri sangsi,”tutupnya.

 

Reporter: Kidi Nasution

Editor : IKA

#DinasPU/PRLabusel

TERDEPAN TV

Pos terkait