TERDEPAN.CO.ID,KALTIM – Tanah dan Air yang diserahkan kepada Presiden Jokowidodo yang akan di tuang dalam satu Bejana pada Titik Nol Kilometer Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara merupakan suatu momentum dan sejarah yang akan diwariskan kepada bangsa akan bersatunya kebudayaan daerah di seluruh nusantara pembentukan ibukota baru Indonesia.
Kepulauan Riau memiliki beragam budaya dan sejarah yang erat dengan raja-raja dan kesultanan. Dan disinilah air dan tanah yang dibawa dari Kepri diambil dengan nilai historis yang erat kaitannya dengen kearifan budaya lokal.

Adapun tanah diambil dari Daik-Lingga dan air yang diambil dari sumur di Balai Adat, Pulau Penyengat.
“Kita yakin jika seluruh Gubernur dari setiap Provinsi juga membawa tanah dan air yang diambil dengan asal-muasal sumber yang bisa mewakili daerahnya.
Dan melalui proses penyatuan ini, semoga saja seperti yang kita harapkan, bisa menyatukan Indonesia, berkah dan guyub,” kata Gubernur Ansar.
Sebelumnya, Gubernur Ansar telah menjelaskan, kenapa tanah yang diambil dari Daik Lingga, menurut Ansar tanah ini berada di lokasi Struktur Cagar Budaya Bekas Tapak Istana Damnah yang dibangun pada tahun 1860 semasa kesultanan Lingga – Riau Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah II (1857-1883), serta dibantu oleh yang Dipertuan Muda Riau X Raja Muhammad Yusuf Al – Ahmadi beserta Pemaisurinya (isteri) Tengku Embung Fatimah.
Tepatnya tanah yang dibawa diamgil dari lokasi Balai Bertitah (Singgasana) tempat Balai Pemerintahan Sultan yang merupakan Balai Bagian Bekas Istana Sultan Lingga – Riau terakhir di Daik – Lingga Kabupaten Lingga Bunda Tanah Melayu.
Sesuai sejarah, istana Damnah tahta pemerintahannya ketika itu diteruskan oleh Tengku Embung Fatimah (1883-1883) sebagai pemerintahan sementara, lalu dilantiklah dan dinobatkannya Anandanya Raja Abdul Rahman menjadi Sultan Lingga – Riau pada Tahun 1875 dengan gelar sultan Abdulrahman Muazzam Syah (1885-1991) yang merupakan Sultan Lingga – Riau terakhir.
Kepulaun Riau sendiri dalam membawa tanah dan air juga menggunakan wadah berbentuk rantang berwarna kuning keemasan serta tempat air berupa teko yang juga berwarna keemasan tanda kejayaan dan keagungan daerah Kepri yang memiliki histori kental dengan kerajaan Melayu.
Dalam penyatuan tanah dan air dalam wadah Bejana Nusantara ini diikuti sebanyak 34 Gubernur dari penjuru Indonesia, termasuk Gubernur Kepulauan Riau.
Prosesi ini sebagai simbol penyatuan tanah air Indonesia di pusat IKN Nusantara.
Hadir dalam kesempatan Istri Presiden RI, Iriana Joko Widodo, ketua MPR RI, para Menteri Kabinaet Indonesia Maju.
Dan pada saat prosesi penyatuan tanah dan air, Presiden didampingi oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. Diawali dengan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan menyerahkan tanah dan air untuk dituang pertama kalinya kedalam Bejana Nusantara yang terbuat dari Tembaga berukuran jumbo. (*)
Editor : IKA #IKN #BejanaNusantara #PemprovKepri







