Tanah Bekas Tapak Istana Damnah dan Air Pulau Penyengat Bersatu dalam Bejana Nusantara

Replika Istana Damnah Lingga Kepulauan Riau

TERDEPAN.CO.ID,KALTIM – Tanah dan Air yang diserahkan kepada Presiden Jokowidodo yang akan di tuang dalam satu Bejana pada Titik Nol Kilometer Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara merupakan suatu momentum dan sejarah yang akan diwariskan kepada bangsa akan bersatunya kebudayaan daerah di seluruh nusantara pembentukan ibukota baru Indonesia.

Kepulauan Riau memiliki beragam budaya dan sejarah yang erat dengan raja-raja dan kesultanan. Dan disinilah air dan tanah yang dibawa dari Kepri diambil dengan nilai historis yang erat kaitannya dengen kearifan budaya lokal. Disatukan bersama denagn tanah dan air dari 34 daerah diseluruh Indonesia dalam Bejana Nusantara yang terbuat dari Tembaga untuk simbol keberagaman adat dan budaya di Istana Baru IKN yang ada di Kalimantan Timur.

Bacaan Lainnya

Gubernur Kepri Ansar membawa tanah dan air diambil dari Daik-Lingga dan air yang diambil dari sumur di Balai Adat, Pulau Penyengat.

Dan melalui proses penyatuan ini, semoga saja seperti yang kita harapkan, bisa menyatukan Indonesia, berkah dan guyub,” kata Gubernur Ansar.

Sebelumnya, Gubernur Ansar telah menjelaskan, kenapa tanah yang diambil dari Daik Lingga,  menurut Ansar tanah ini berada di lokasi Struktur Cagar Budaya Bekas Tapak Istana Damnah yang dibangun pada tahun 1860 semasa kesultanan Lingga – Riau Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah II (1857-1883), serta dibantu oleh yang Dipertuan Muda Riau X Raja Muhammad Yusuf Al – Ahmadi beserta Pemaisurinya (isteri) Tengku Embung Fatimah.

Tepatnya tanah yang dibawa diamgil dari lokasi Balai Bertitah (Singgasana) tempat Balai Pemerintahan Sultan yang merupakan Balai Bagian Bekas Istana Sultan Lingga – Riau terakhir di Daik – Lingga Kabupaten Lingga Bunda Tanah Melayu.

Sesuai sejarah, istana Damnah tahta pemerintahannya ketika itu diteruskan oleh Tengku Embung Fatimah (1883-1883) sebagai pemerintahan sementara, lalu dilantiklah dan dinobatkannya Anandanya Raja Abdul Rahman menjadi Sultan Lingga – Riau pada Tahun 1875 dengan gelar sultan Abdulrahman Muazzam Syah (1885-1991) yang merupakan Sultan Lingga – Riau terakhir.

Adapun alasan membawa air dari sumur Balai Adat Pulau Penyengat Indera Sakti dikarenakan banyak yang mengatakan  bila seorang ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau belumlah lengkap jika belum bertandang ke Pulau Penyengat serta minum atau sekedar cuci muka menggunakan air di Pulau tersebut.

Saat ini, situs – situs bersejarah yang ada di pulau Penyengat sedang diusulkan kepada UNESCO (Badan PBB untuk Pendidikan dan Kebudayaan) untuk menjadi situs warisan dunia.

Air tawar itu hingga saat ini tetap bisa dinikmati oleh masyarakat setempat dan para wisatawan yang datang berkunjung. Ada beberapa sumur di Pebyengat dan  salah satunya adalah yang berada di bawah gedung Balai Adat Pulau Penyengat yang berfungsi sebagai tempat untuk menyambut tamu atau mengadakan perjamuan bagi orang – orang penting.

Sumur tersebut memiliki kedalaman sekitar 2,5 meter dan tidak pernah kering sepanjang tahun walaupun di musim kemarau. Bahkan air sumur yang ditemukan sejak abad ke-16 tersebut tidak masin (asin) seperti kebanyakan sumber air yang berada dekat laut.  Walaupun sumur tersebut terletak hanya sekitar 30 meter dari pantai.

Kepulaun Riau sendiri dalam membawa tanah dan air juga menggunakan wadah berbentuk rantang berwarna kuning keemasan serta tempat air berupa teko yang juga berwarna keemasan tanda kejayaan dan keagungan daerah Kepri yang memiliki histori kental dengan kerajaan Melayu.

Dalam penyatuan tanah dan air dalam wadah Bejana Nusantara ini diikuti sebanyak 34 Gubernur dari penjuru Indonesia, termasuk Gubernur Kepulauan Riau.

Prosesi ini sebagai simbol penyatuan tanah air Indonesia di pusat IKN Nusantara.

Hadir dalam kesempatan Istri Presiden RI, Iriana Joko Widodo, ketua MPR RI, para Menteri Kabinaet Indonesia Maju.

Dan pada saat prosesi penyatuan tanah dan air, Presiden didampingi oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. Diawali dengan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan menyerahkan tanah dan air untuk dituang pertama kalinya kedalam Bejana Nusantara yang terbuat dari Tembaga berukuran jumbo. (*)

Editor : IKA
#Istana Damnah
#IKN
#BejanaNusantara
#PemprovKepri


 

 

TERDEPAN TV

Pos terkait