TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Indonesia pada tahun 2030 akan memiliki ekonomi digital dengan kontribusi mencapai Rp. 4.531 triliun.
Menteri BUMN Erick Thohir memperkirakan potensi ekonomi digital Indonesia akan tumbuh 8 kali lebih cepat dibandingkan PDB. Hal ini tentunya merupakan potensi yang harus sangat diperhatikan selain potensi sumberdaya alam.
“Mengenai potensi ekonomi digital Indonesia, ekonomi digital akan tumbuh 8 kali lebih cepat daripada pertumbuhan PDB kita,” ujar Erick Thohir dalam seminar Economic Outlook 2022 di Jakarta, Selasa.
Menurut Menteri BUMN, besarnya potensi ekonomi digital Indonesaia diperkirakan akan terus bertumbuh hingga Rp 1,736 Triliun pada 2025 atau tumbuh signifikan dibandingkan 2015 yang sebesar Rp. 112 Triliun, 2019 yang sebesar Rp. 650 Triliun dan 2020 yang sebesar Rp. 616 triliun. Kontribusi terbesar ekonomi digital Indonesia datang dari sektor e-commerce, transportasi dan makanan, travel daring dan media daring.
“Hal tersebut biasa sehingga diperkirakan ‘Kalau kita melihat di Asia Tenggara, ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar dan akan terus bertumbuh secara market. Artinya inovasi dan investasi di starup harus mulai diseimbangkan atau dikembalikan kepada Indonesia, tidak hanya dijadikan pasar,”kata Erick.
Erick Thohir juga menegaskan bahwa dirinya tidak anti asing, namun dia hanya menekankan pentingnya Indonesia sebagai negara besar dengan potensi ekonomi digital yang luar biasa tersebut harus memiliki peta jalan atau roadmap Indonesia bukan roadmap negara lain. Peta jalan Indonesia ini harus memastikan pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja serta investasi Indonesia.
“Karena Indonesia terus tumbuh sampai dengan tahun 2045, maka hal ini tentu akan juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi global melalui Indonesia, “kata Erick.
Sebellumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menggenjot BUMN untuk menjadi katalisator digital Indonesia. Menteri BUMN Erick Thohirmengatakan Indonesaia harus mampu memanfaatkan momentum perkembangan disrupsi digital.
Erick Thohir menyebut kehadiran disrupsi digital tak sekedar memberikan tantangan, melainkan juga membuka kesempatan bagi peningkatan daya saing Indonesia di kancah global.
Sumber: ANTARA Editor : IKA #ErickThohir #BUMN







