TERDEPAN.CO.ID, SINGAPORE – Singapura mengambil langkah paling besar untuk memperlakukan virus corona sebagai endemik. Perubahan tersebut sejalan dengan penyederhanaan jalur udara VTL yang diumumkan Iswaran pada hari Kamis, (24/03/22).
Dengan adanya peralihan tersebut, wisatawan yang masuk ke Singapura melalui jalur laut tidak perlu lagi mengajukan Visa Travel Pass yang sebelumnya digunakan oleh pihak berwenang untuk mengontrol jumlah orang yang masuk ke Singapura.
“Mereka juga tidak perlu lagi menunjukkan bukti konfirmasi pemesanan hotel dan pembayaran selama masa inap mereka, atau menunjukkan tiket feri pulang pergi,”terangnya.
Menurutnya, Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura mengatakan protokol perjalanan yang disederhanakan akan berlaku untuk rute layanan feri lainnya yang nantinya akan disetujui.
“Mereka yang memerlukan visa untuk bepergian ke Singapura tetap harus mendapatkannya dan pengunjung jangka pendek ke Singapura harus memiliki pertanggungan asuransi perjalanan minimal $30.000 untuk biaya perawatan medis dan rawat inap terkait Covid-19,”paparnya.
Lanjutnya, jalur VTL dengan Terminal Feri Internasional Nongsapura di Batam dan Terminal Feri Bandar Bintan Telani di Bintan dimulai pada Februari, dengan kuota 350 pelancong setiap minggu ke setiap tujuan. “Perjalanan ke Batam dan Bintan melalui laut mulai 1 April akan disederhanakan, dengan kuota penumpang mingguan dicabut, tidak ada lagi jalur perjalanan khusus yang divaksinasi (VTL) feri dan tidak ada lagi tes kedatangan,”tuturnya.
Siapa pun yang divaksinasi lengkap hanya perlu melakukan tes Covid-19 sebelum keberangkatan dalam waktu dua hari setelah naik feri untuk bepergian bebas karantina, kata Menteri Perhubungan S. Iswaran, Kamis (24 Maret),’terangnya.
Iswaran menyampaikan, Hal ini bisa dalam bentuk tes reaksi berantai polimerase, tes cepat antigen (ART) yang diberikan secara profesional atau ART yang diberikan sendiri yang diawasi dari jarak jauh oleh penyedia ART. (*)
Sumber :THE StreatTimes Editor : IKA #VTL #Singapura FeriBatamBintan







