Mansa Musa Hartawan Terkaya Sepanjang Abad Berangkatkan 60.000 Haji ke Mekah

Ilustrasi Mansa Mali (Wiki Pedia)

TERDEPAN.CO.ID,JAKARTA – Mansa Musa dinobatkan sebagai orang terkaya sepanjang abad karena telah memberangkatkan 60 000 budaknya berangkat haji ke Mekah. Sangking kayanya Mansa Musa yang dilabeli sebagai penguasa Afrika Barat di abad ke-14 yang sosoknya disejajarkan dan disamakan dengan karakter fiksi di Marvel Comics, Black Panther atau raja dari Wakanda bernama asli T’Challa.

Dilansir dari History, Musa menjadi penguasa Kekaisaran Mali pada tahun 1312. Dia naik tahta setelah pendahulunya, Abu-Bakr II hilang dalam perjalanan yang ditempuh melalui laut di Samudra Atlantik.

Bacaan Lainnya

Pemerintahan Musa datang pada saat negara-negara Eropa sedang berjuang karena perang saudara yang berkecamuk dan kurangnya sumber daya. Selama periode itu, kekaisaran Mali berkembang berkat sumber daya alam yang melimpah seperti emas dan garam.

Musa Keita I adalah mansa kesepuluh Kekaisaran Mali. Ia berkuasa selama 25 tahun dari tahun 1312 sampai tahun 1337. Pada saat Mansa Musa naik tahta, wilayah Kekaisaran Mali mencakup bekas wilayah Kekaisaran Ghana di Mauritania selatan dan di Melle serta wilayah-wilayah sekitarnya.

Dibawah pemerintahan Musa, kawasan kekuasaannya makmur dan tumbuh hingga menjangkau sebagian besar Afrika Barat. Wilayah kekuasaan terdiri dari pantai Atlantik hingga pusat perdagangan pedalaman Timbuktu dan sebagian Gurun Sahara.

Musa merupakan seorang Muslim yang taat dan pernah melakukan perjalanan ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Dia berlayar sekitar 4.000 mil bersama 60.000 rombongannya yang terdiri dari tentara dan budak dengan membawa ratusan pon emas yang diangkut menggunakan unta dan kuda.

Dalam perjalanan itu rombongan Musa menjadi tontonan bagi setiap wilayah yang dilaluinya. Bahkan sosoknya menjadi tersohor di Mesir selama lebih dari satu dekade.

Sesampainya di Kairo, Musa bertemu dengan penguasa Kairo, al-Malik al-Nasir. Menurut teks-teks dari sejarawan kuno Shihab al-Umari, dia disambut di Kairo oleh bawahan al-Nasir, yang mengundangnya untuk bertemu dengan sesama raja.

Musa pun menolak proposisi sambutan mewah itu dan mengatakan hanya numpang lewat dalam perjalanan haji ke Mekkah. Salah satu alasannya menolak adalah karena harus tunduk dan mencium kaki sultan, namun dia memilih untuk menyapa al-Nasir dengan layak dalam pandangannya.

Dalam percakapan keduanya, al-Nasir menawarkan penginapan kepada Musa dan rombongannya. Ajakan itu pun ditolak dan justru sebagian hartanya ditinggal di sana.

Saat melalui Kairo dari pusat kerajaan hingga kawasan pemukiman miskin, Musa menebar hartanya berupa emas dengan membeli barang-barang asing. Hal itulah yang membuat dia begitu terkenal dan dihargai.

Meskipun bermaksud baik, pemberian emas Musa sebenarnya menurunkan nilai logam di Mesir dan perekonomian kerajaan mengalami pukulan besar. Butuh waktu 12 tahun bagi ekonomi Mesir untuk pulih.

The Sun yang melansir SmartAsset.com menyebut Timur Tengah mengalami kerugian ekonomi sebesar 1,1 miliar Euro gara-gara harga emas yang jatuh.

Dalam perjalanan pulang dari Tanah Suci, Mansa Musa coba membantu ekonomi Mesir yang anjlok gara-garanya. Dia mengambil kembali emas di peredaran dan meminjamnya dengan bunga tinggi.

Beberapa waktu kemudian dia kembali ke Mekkah dengan beberapa ulama termasuk keturunan langsung Nabi Muhammad SAW dan seorang penyair asal Andalusia. Mansa Musa membayar mereka dengan 200 kg emas yang jika sekarang diuangkan menjadi sekitar 6,3 juta Euro.

Sebelum menjalankan perjalanan suci tersebut, Musa pun pernah menolak untuk bersujud dihadapan Penguasa Kairo pada saat itu. Dia pun berkata, bahwa ia hanya akan bersujud di hadapan Allah.

Dalam perjalanan pulang, Musa pun mampir ke Mesir untuk menyewa Arsitek untuk membangun kerajaan menjadi lebih baik. Setelah membangun Kerajaan, dia memulai membangun sarana Pendidikan dan Masjid untuk rakyatnya.

Mansa Musa telah mendirikan Universitas Sankore yang pada saat itu dapat mendidik sebanyak 25.000 murid. Kurikulum yang ditanamkan pada universitas tersebut pun sudah setara dengan gelar.

Murid-murid yang menempuh Pendidikan disana pun mendapatkan pelajaran sekuler dan non-sekuler. Selain itu, murid-murid disana pun akan diberi hadiah sorban yang pada saat ini setara dengan sertifikat gelar sarjana. Murid-murid pun juga mendapatkan fasilitas berupa perpustakaan yang dapat menyimpan sebanyak 1 juta manuskrip.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Mansa Musa juga membangun Masjid di Djinguereber. Masjid ini dibuat dengan sangat baik, sehingga bisa kokoh sampai sekarang, walaupun sudah berdiri sejak 700 tahun yang lalu.

Pada pembangunan Masjid ini, Mansa telah menghabiskan 442 Pon emas atau berjumlah sekitar USD8.2 Juta, sesuai nilai saat ini. (*)

 

Editor : IKA

#MansaMusa

 

TERDEPAN TV

Pos terkait