TERDEPAN.CO.ID, BATAM | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menyoroti minimnya laporan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang diperoleh Pemerintah Kota Batam dari seluruh perusahaan yang ada di Batam. Hal ini diungkapkan dalam Rapat Paripurna ke-12 Masa Persidangan II Tahun 2022 di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Kota Batam, Jumat (13/5/2022).
Aman, S.Pd, M.M, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam dalam laporan pidatonya menyampaikan, mulai dari tahun 2016 hingga 2021 Pemko Batam tidak bisa menyajikan data tentang perusahaan mana saja yang telah memberikan CSR-nya kepada Pemko Batam.
“Distribusi dan peruntukan CSR untuk apa saja. Setelah disalurkan oleh perusahaan ke Pemko laporannya seperti apa, kita DPRD belum menerimanya,“ terang Aman saat ditemui di kantornya usai Rapat Paripurna ke-12.

Ia mengaku perusahaan yang ada di Batam cukup banyak, bahkan terbilang ribuan baik perusahaan berskala kecil maupun besar, namun nyatanya belum dimaksimalkan penggunaan dan penyaluran dana CSR-nya.
“Penggunaan dana CSR ini tidak ada laporannya sama sekali, padahal perusahaan-perusahaan di Batam cukup banyak. Harusnya juga sangat luar biasa. Jadi kalau ini dimaksimalkan maka tentu pembangunan kita tidak hanya tergantung pada APBD, masih ada sektor lain. Karena masih punya CSR,” lanjutnya lagi.
Aman juga menyebut bahwa dengan tidak adanya data dan laporan yang akurat dari Pemerintah Kota Batam soal dana CSR ini, tentu menjadi perhatian yang intensif dan tanda tanya yang cukup besar oleh DPRD Kota Batam. Sehingga harus membuat pansus untuk mempertanyakan hal ini.
Menurutnya, dari sekian ribu perusahaan yang ada di Kota Batam, saat ini yang sudah terlapor menyalurkan dana CSR-nya hanya satu saja yaitu Rumah Sakit Awal Bros.
“Hanya satu saja, yang dari Rumah Sakit Awal Bros. Waktu itu laporannya hanya membuat Puskesmas Pembantu di Punggur dan yang lainnya tidak ada. Itupun hanya di bidang kesehatan saja, di bidang lain sama sekali tidak ada. Saya tidak tau apa memang datanya disembunyikan atau bagaimana kita tidak tau. Yang jelas intinya sejak rapat yang lama dan dari rapat-rapat sebelumnya, kita terus minta datanya. Namun sampai saat ini tidak bisa disajikan,” ungkap Aman dengan heran.
Untuk itu, terkait dana CSR pansus merekomendasikan agar Pemko Batam segera memberikan data-data yang valid, termasuk besaran dana yang dikelola berikut pengalokasiannya. (Red)
#PemkoBatam #DPRDBatam







