TERDEPAN.CO.ID, KARIMUN | Pesisir pantai Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau dipenuhi limbah kertas dan tisu.
Limbah kertas dan tisu yang berserakan di pantai tersebut diduga muatan kontainer yang diangkut Kapal Tongkang BG Marcopolo 188
yang tercebur sekitar perairan Selat Malaka pada 25 Mei 2022 lalu.
Akibat limbah keras dan tisu tersebut, pesisir sekitar pantai Pongkar terlihat kotor.
Adanya limbah itu pertama diketahui oleh warga Desa Pongkar pada Minggu (5/6/2022) lalu.
Warga menyebut ada sekitar 27 bundel besar kertas yang ditemukan.
“Minggu pagi ada yang melaporkan. Terdapat sekitar 27 bundel kertas ditemukan, tetapi sebagian ada yang hanyut,” terang Sekretaris Desa Pongkar, Murhalim
Murhalim mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Camat Tebing dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karimun terkait temuan tersebut.
Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu tindak lanjut terkait solusi penanganannya.
“Ini berdampak terhadap kebersihan pantai. Karena dampaknya air menjadi kotor dan bercampur dengan serbuk- serbuk limbah kertas dan tisu tersebut,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mendapatkan laporan terkait keluhan nelayan terkait dampak dari keberadaan limbah itu.
Nelayan mengeluhkan limbah yang tersangkut pada jaring mereka sehingga mengganggu saat menjaring ikan.
“Nelayan yang menjaring ikan, saat mengangkat jaring mereka menemukan lumbah- limbah itu. Ini yang menamjadi keluhan masyarakat,” bebernya.(Fajar)
Editor : Andri Sofian







