Ini Alasan Dilakukannya Revitalisasi Masjid Agung Batam Center

Tampak Masjid Agung Batam Center sudah ditutup sekelilingnya dengan pagar. Pengerjaan revitalisasi oleh PT Adhi Karya sudah di mulai di pertengahan Juli 2022. (Foto : Andri Sofian 24/7/2022)

TERDEPAN.CO.ID, BATAM | Masjid Agung Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau, sejak Idul Adha 1443 lalu telah ditutup total dari semua aktivitas. Pasalnya pengerjaan revitalisasi yang dilakukan oleh Pemko Batam telah dimulai.

Menurut Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Pemko Batam, Suhar, ST, Masjid Agung ditutup hingga pekerjaan revitalisasi selesai pada akhir 2023.

Bacaan Lainnya

“Revitalisasi Masjid Agung akan diselesaikan dalam 540 hari kerja sejak dimulainya kontrak yaitu hingga 2024. Tapi setelah adanya kesepakatan dengan DPRD Kota Batam, pekerjaannya akan selesai di akhir 2023,” terangnya.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemko Batam, Suhar, ST (Foto : Media Center Pemko Batam)

Suhar juga menjelaskan bahwa revitalisasi memang harus dilakukan oleh Pemko Batam mengingat banyaknya kerusakan dan kebocoran yang terjadi.

“Pada bagian atap terdapat kebocoran di beberapa titik. Sudah kita upayakan untuk diperbaiki, namun tetap saja ada rembesan air jika terjadi hujan. Karena sulit untuk menemukan sumber rembesannya, maka kita lakukan revitalisasi. Selain itu pada bagian-bagian lain masjid juga banyak yang mengalami kerusakan. Mengingat usia bangunan, maka sudah waktunya juga untuk direvitalisasi,” ujarnya.

Suhar juga menegaskan bahwa pengerjaan revitalisasi Masjid Agung Batam Center ini telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kantor Kementerian Agama Kota Batam.

Gambar rencana Masjid Agung Batam Center setelah direvitalisasi. (Foto : Tangkapan layar video desain Masjid Agung dari Dinas Cipkataru Pemko Batam)

“Permintaan revitalisasi juga ada dari pengurus Masjid Agung sendiri. Sebab mereka khawatir dengan keamanan kondisi fisik masjid terutama di bagian atap,” tandasnya.

Selain karena kerusakan dan kebocoran, kebutuhan area parkir juga menjadi salah satu alasan dilakukannya revitalisasi Masjid Agung. Lokasi parkir akan dibangun di halaman arah gedung DPRD atau plaza masjid berupa basement dua lantai.

“Jadi nanti sekaligus dibangun area parkir. Sebab selama ini jika ada kegiatan atau Sholat Jumat, lokasi parkir yang ada sangat tidak mencukupi. Kita bisa lihat sendiri selama ini, banyak yang terpaksa memarkirkan kendaraannya hingga hampir memenuhi badan jalan,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Masjid Agung yang berlokasi di Jl. Engku Putri Batam Center ini telah berusia sekitar 23 tahun. Otorita Batam (sekarang menjadi BP Batam) mulai membangunnya pada tahun 1999 dan rampung pada 2001.

Masjid yang sebelumnya bernama Masjid Raya Batam ini, berdiri di atas lahan seluas 75.000 meter persegi, dengan bangunan seluas 2.515 meter persegi. Bangunan utama bisa menampung sebanyak 3.500 jemaah, sedangkan halaman bagian luar sebelah timur masjid (plaza) bisa digunakan untuk menampung jamaah dengan kapasitas hingga 15.000 orang. Maka dengan adanya revitalisasi ini, daya tampung jemaah dan area parkir juga akan bertambah.

Selama pekerjaan revitalisasi dilaksanakan, pihak PT Adhi Karya selaku kontraktor akan menyiapkan bangunan sementara untuk ibadah, walaupun daya tampung tidak sebanyak bangunan utama.

“Daya tampung masjid yang dibangun untuk sementara adalah sekitar 200 orang. Selain itu juga dibuat tempat parkir dan kebutuhan lain-lainnya agar tidak mengganggu pekerjaan konstruksi nanti,” tutup Suhar. (AS)

Editor : Andri Sofian

#masjidagungbatamcenter
#revitalisasimasjidagungbatam
#dinasciotakaryadantataruangbatam

TERDEPAN TV

Pos terkait